Angga Dwi Kelana Putra
1,2,3Agribusiness Study Program, Universitas Deli Sumatera, Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Model Agroforestri Terpadu Tanaman Kol (Brassica oleracea var. capitata) dan Usaha Ternak Kambing dalam Mendukung Keberlanjutan Pertanian di Desa Sempajaya, Kabupaten Karo Mariana Eva Yanti; Sukri Mulia; Angga Dwi Kelana Putra
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i2.14109

Abstract

Sistem agroforestri merupakan salah satu pendekatan pertanian berkelanjutan yang mengintegrasikan komponen kehutanan, pertanian, dan peternakan dalam satu sistem pengelolaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem agroforestri berbasis tanaman kol dan ternak kambing di Desa Sempajaya, Kabupaten Karo, serta mengetahui manfaat ekonomi, ekologi, dan sosial dari integrasi kedua komoditas tersebut. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara menggunakan kuesioner kepada petani, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif, analisis biaya dan pendapatan, serta analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi tanaman kol dengan ternak kambing mampu meningkatkan efisiensi penggunaan lahan melalui pemanfaatan limbah kol sebagai pakan kambing, sedangkan kotoran kambing dimanfaatkan sebagai pupuk organik bagi tanaman kol. Sistem ini mampu meningkatkan pendapatan petani, mengurangi penggunaan pupuk kimia, memperbaiki kesuburan tanah, dan mengurangi pencemaran lingkungan. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan modal, pengetahuan petani mengenai sistem agroforestri, serta fluktuasi harga kol. Strategi pengembangan yang direkomendasikan meliputi peningkatan kapasitas petani melalui penyuluhan, penguatan kelembagaan kelompok tani, serta dukungan pemerintah dalam penyediaan sarana produksi dan akses pemasaran