Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meninjau Ulang Akses PAUD: Analisis Dialektis Partisipasi Pendidikan Prasekolah Berbasis Data Longitudinal Nurul Kamilah
ALETHEIA: Jurnal Sosial & Humaniora, Inovasi, Ekonomi, dan Edukasi Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Penerbit Indocamp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63892/aletheia.2.2025.71-83

Abstract

Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan fondasi strategis dalam membangun kesiapan belajar dan kualitas SDM jangka panjang. Meskipun kebijakan PAUD di Indonesia terus diperkuat, dinamika partisipasi pendidikan prasekolah masih menunjukkan ketimpangan antardaerah, khususnya di wilayah berkembang seperti NTB. Sebagian besar kajian sebelumnya cenderung bersifat mikro dan deskriptif, serta belum banyak memanfaatkan data longitudinal dengan pendekatan analisis tematik dan dialektis. Penelitian ini memfokuskan permasalahan pada bagaimana dinamika perubahan partisipasi pendidikan prasekolah anak usia 0–6 tahun di NTB serta bagaimana makna perubahan tersebut jika ditafsirkan secara tematik dan dialektis. Penelitian bertujuan menganalisis pola, kecenderungan, dan variasi perubahan non-partisipasi prasekolah berbasis data longitudinal, sekaligus menginterpretasikan implikasinya terhadap kesiapan belajar dan kebijakan PAUD. Kerangka teori bertumpu pada dialektika Hegel (tesis–antitesis–sintesis) sebagai teori besar, teori kesiapan sekolah sebagai teori tingkat menengah, dan perspektif manajemen PAUD sebagai teori terapan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan dukungan analisis kuantitatif data sekunder serta penelitian kepustakaan. Data dikumpulkan melalui penelusuran sistematis dokumen statistik resmi BPS Provinsi NTB periode 2020–2025, dokumen kebijakan, dan literatur ilmiah relevan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik, perhitungan laju perubahan (CAGR), serta interpretasi dialektis untuk mengidentifikasi tesis, antitesis, dan sintesis temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara agregat terjadi penurunan persentase anak usia 0–6 tahun yang tidak/belum mengikuti prasekolah di NTB, yang merepresentasikan peningkatan akses PAUD. Namun, penurunan tersebut tidak merata antarkabupaten/kota, dengan sebagian wilayah menunjukkan akselerasi signifikan dan wilayah lain mengalami stagnasi atau fluktuasi akibat faktor struktural, geografis, dan sosial, termasuk peran orang tua. Studi ini menyimpulkan bahwa peningkatan partisipasi prasekolah merupakan proses dinamis yang dipengaruhi interaksi kebijakan, kapasitas kelembagaan, dan praktik pengasuhan keluarga. Penelitian merekomendasikan penguatan kebijakan PAUD berbasis kewilayahan, integrasi perluasan akses dan kualitas layanan, serta peningkatan literasi dan keterlibatan orang tua, disertai pemanfaatan data longitudinal secara berkelanjutan dalam perumusan kebijakan.
PENGARUH DIGITALISASI ARSIP TERHADAP KECEPATAN PELAYANAN ADMINISTRASI DI PUSKESMAS MATARAM Nurul Kamilah; Muhammad Aditya Rachman
Nusadaya Journal of Multidiciplinary Studies Vol. 3 No. 2 (2026): Nusadaya Journal of Multidiciplinary Studies, April 2026
Publisher : LPPM, Akademi Administrasi Rumah Sakit Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66294/njms.v3i2.165

Abstract

Healthcare administration is a crucial element in supporting smooth operations and accurate patient information in primary healthcare facilities. This study aims to analyze the impact of archive digitization on the speed of administrative services at the Mataram Community Health Center (Puskesmas), West Nusa Tenggara. The method used is a literature study (library research) by collecting and analyzing data from various relevant scientific sources such as Google Scholar and government journal portals. The results of the discussion indicate that the transition from conventional archiving to digital systems, such as Electronic Medical Records (RME) and SIMPUS, can significantly reduce patient waiting times through instant data access using NIK or medical record numbers. Digitalization acts as an accelerator that eliminates physical bureaucratic barriers and minimizes the risk of document loss. However, the main challenge faced is the readiness of human resources who still experience technological stuttering. Therefore, a structured staff training and development program is needed, including technical workshops and a peer-to-peer mentoring system to ensure the system's suitability and service efficiency.