Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pentingnya Pendidikan Religius untuk Membentuk Karakter Positif dengan Metode Pembiasaan Mar’atus Salamah; Iyam Siti Maryam; Mutoah Mutoah
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i2.2725

Abstract

Pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan pada anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk kepribadian yang berakhlak mulia sejak dini. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji strategi pembiasaan yang dapat diterapkan oleh pendidik dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan dan karakter positif di lembaga PAUD. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatf untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana implementasi pendidikan religius yang berdampak pada perkembangan kepribadian anak-anak di RA An-Noor Jalaksana. Subjek penelitian adalah anak-anak berusia 5 hingga 6 tahun yang mengikuti pendidikan RA tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap pembiasaan  anak saat dirumah, disekolah dan lingkungan masyarakat. wawancara mendalam dengan guru RA dan orang tua dan masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai pola perilaku anak dalam kehidupan sehari-hari, dan dokumentasi berupa catatan atau rekaman yang berkaitan dengan aktivitas anak saat melakukan kegiatan keagamaan Selanjutnya analisis dilakukan dengan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya penelitian menghasilkan bahwa penanaman pendidikan karakter religius yang dilakukan di RA An-Noor Jalaksana melalui metode pembiasaan dilakukan dengan cara pembiasaan sholat, berwudhu, hapalan doa dan surat pendek,pendidikan akhlak terhadap diri sendiri, akhlak terhadap sesama dan  akhlak terhadap alam sekitar. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pembentukan karakter religius tidak hanya ditentukan oleh program sekolah, tetapi juga oleh sinergi keluarga dan masyarakat yang memperkuat konsistensi pembiasaan anak.
Analisis Peningkatan Problem Solving Anak Usia Dini: Inovasi Pembelajaran Steam Berbasis Loose Parts Mar’atus Salamah; Sri Tuti Alawiyyah; Iyam Siti Maryam
Generasi Vol. 2 No. 2 (2024): Generasi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59784/generasi.v2i2.253

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut penguatan keterampilan abad 21 sejak usia dini, khususnya kemampuan pemecahan masalah (problem solving). Salah satu pendekatan inovatif yang mampu menjawab kebutuhan tersebut adalah pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) berbasis loose parts, yang memungkinkan anak mengeksplorasi material lingkungan secara bebas untuk membangun pengetahuan secara aktif dan kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi pembelajaran STEAM berbasis loose parts terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah anak usia dini serta keterampilan pendukungnya seperti berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi. Penelitian ini merupakan kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari sumber ilmiah seperti jurnal, buku, artikel akademik, dan penelitian relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan menelaah temuan literatur terkait efektivitas implementasi STEAM berbasis loose parts dalam konteks pendidikan anak usia dini. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran STEAM berbasis loose parts efektif meningkatkan keterampilan problem solving anak melalui aktivitas eksploratif, investigatif, dan konstruktif. Anak diberi kesempatan untuk bereksperimen, menguji ide, menemukan solusi, serta berkolaborasi dalam proses kreatif. Selain itu, pendekatan ini juga memberikan dampak positif terhadap kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta imajinasi anak. Pembelajaran STEAM berbasis loose parts merupakan strategi pedagogis yang relevan dan efektif dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dan keterampilan abad 21 pada anak usia dini. Pendekatan ini menekankan eksplorasi, pengalaman belajar autentik, dan kebebasan berkreasi sehingga mendukung terbentuknya karakter pembelajar yang adaptif, inovatif, dan mandiri sejak dini.