Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Paradoks Pajak Digital: Dampaknya Terhadap Daya Beli Generasi Z Mahasiswa Akuntansi di Era Ekonomi Digital dalam Perspektif SDGs 9 dan 17 A A Ngr Gde Punia Artawan Putra; Ida Ayu Rosa Dewinta
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i7.2870

Abstract

Penerapan pajak digital melalui pengenaan Pajak Pertambahan Nilai atas Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) merupakan kebijakan pemerintah untuk memperluas basis pajak dan mendukung pembangunan ekonomi digital yang berkelanjutan. Namun, kebijakan ini menimbulkan paradoks karena berpotensi meningkatkan biaya konsumsi layanan digital yang menjadi kebutuhan utama Generasi Z sebagai digital natives. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kebijakan pajak digital terhadap daya beli Generasi Z, khususnya mahasiswa Program Studi Akuntansi, dalam perspektif Sustainable Development Goals (SDGs) 9 dan 17. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 130 mahasiswa Generasi Z dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model memiliki koefisien determinasi sebesar 11,3%, yang mengindikasikan bahwa daya beli mahasiswa dipengaruhi oleh pajak digital sebesar 11,3%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Secara parsial, dimensi pajak digital yang berkaitan dengan pengembangan inovasi, infrastruktur digital, dan industrialisasi berkelanjutan (SDG 9) tidak berpengaruh signifikan terhadap daya beli. Sebaliknya, dimensi kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan (SDG 17) berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya beli mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa Generasi Z tetap memanfaatkan layanan digital meskipun terdapat tambahan beban pajak, selama layanan tersebut memberikan manfaat dan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan mereka. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian perpajakan digital serta menjadi masukan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan fiskal yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi digital tanpa mengurangi akses masyarakat terhadap layanan digital.
Edukasi Akuntansi Dan Perpajakan Serta Digital Marketing Untuk Pemberdayaan Ekowisata Mangrove Pada Kelompok Nelayan A A Ngr Gde Punia Artawan Putra; Sukmasari Triana Gita Putri; Ida Ayu Rosa Dewinta
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v5i2.13783

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) merupakan wujud pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat dalam menjawab permasalahan riil di lapangan. Kegiatan PKM ini dilaksanakan di KUB Simbar Segara, sebuah kelompok usaha bersama nelayan pesisir di Pemogan, Denpasar Selatan, yang mengembangkan ekowisata berbasis konservasi hutan mangrove. Permasalahan utama mitra meliputi keterbatasan dalam manajemen keuangan, rendahnya literasi perpajakan, serta kurangnya strategi digital marketing. Melalui pendekatan partisipatif, tim PKM Universitas Warmadewa memberikan pendampingan penyusunan laporan keuangan sederhana, penyuluhan perpajakan, serta pelatihan promosi digital. Selain itu, diberikan produk teknologi berupa modul laporan keuangan sederhana (softcopy) dan bantuan bibit mangrove (hard product). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas manajerial mitra, meningkatnya pemahaman perpajakan, serta kemampuan dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi ekowisata. Dampak lain adalah penguatan fungsi ekologi melalui penanaman 800 bibit mangrove sebagai upaya mitigasi perubahan iklim. Program ini memberikan kontribusi multidimensional, yaitu pada aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, serta mendukung tercapainya target SDGs (13: Climate Action dan 14: Life Below Water).