Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Edukasi Etika Pelestarian Lingkungan Bali dan Tata Kelola Pendapatan Ekonomi Terhadap Pramuwisata Domestik di Himpunan Pramuwisata Indonesia Provinsi Bali Anak Agung Gde Krisna Paramita; Ida Ayu Rosa Dewinta; Gede Yohanes Arygunartha
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.238 KB) | DOI: 10.22334/jam.v2i2.25

Abstract

Pada dasarnya pramuwisata memiliki kompetensi dan keterampilan yang merupakan bentuk nyata dari pengetahuan karena keterampilan yang dimiliki pramuwisata dapat dilihat dengan hasil yang diperoleh dalam menyelesaikan pekerjannya. Namun terdapat norma-norma yang harus ditaati dalam melaksanakan tugas tersebut. Dalam perkembangan dunia pariwisata bahwa pramuwisata dituntut memiliki standar kompetensi sehingga tamu domestik mampu mengenal dan memahami dari setiap objek wisata yang dipilih. Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi etika pelestarian lingkungan sesuai kearifan lokal, yang ada di Bali terhadap pramuwisata dalam memandu tamu domestik di Himpunan Pramuwisata Indonesia. Masalah yang melatar belakangi pelaksanaan pengabdian masyarakat ini karena masih minimnya pemahaman sebagian besar pramuwisata tentang etika lingkungan terutama destinasi yang belum ada di Bali karena yang sering mereka pahami hanya profesi sebagai pemandu wisatawan domestik dan masih rendahnya pendapatan pramuwisata domestik yang ada di Bali. Pengabdian ini melibatkan seluruh Pramuwisata Domestik di Bali diĀ  Himpunan Pramuwisata Indonesia Provinsi Bali. Melalui survey berupa kuisioner di akhir kegiatan, yang menyatakan hasil bahwa sebagian peserta puas dengan kegiatan pengabdian masyarakkat ini. Hasil pengabdian diharapkan dapat membantu mitra mampu melanjutkan asosiasinya agar berkembang demi lingkungan pariwisata yang lebih baik, dengan peduli terhadap destinasi pariwisata dan dapat memperbaiki tata kelola pendapatan ekonomi Pariwisata Bali.
Dampak Artificial Intelligence (AI) dan Software Akuntansi pada Profesi Akuntan Ida Ayu Rosa Dewinta; Ida Ayu Trisna Yudi Asri; Kadek Diviariesty
Permana : Jurnal Perpajakan, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 17 No. 3 (2025): Special Issue
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/permana.v17i3.1003

Abstract

Penelitian ini dibuat bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak Artificial Intelligence (AI) dan Software Akuntansi pada Profesi Akuntan dimana objek penelitian ini adalah mahasiswa akuntansi jenjang D3, D4, S1 Universitas Warmadewa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik non probability sampling dengan metode incidental sampling. Teknik incidental sampling adalah penentuan sampel berdasarkan kebetulan yaitu siapa saja yang secara incidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, apabila orang yang kebetulan ditemui cocok sebagai sumber data. Jumlah sampel penelitian ini adalah 97 responden. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini metode survey dengan kuisioner yang dibantu dengan menggunakan alat uji SPSS. Hasil utama menunjukkan bahwa semakin tinggi pemahaman terhadap AI dan software akuntansi, semakin positif pengetahuan dan sikap mahasiswa tersebut untuk lebih responsif terhadap perkembangan AI dan software akuntansi serta lebih siap untuk menghadapi kemungkinan ancaman yang terjadi di akuntan masa depan seiring berkembangnya teknologi tersebut. Penelitian ini memiliki keterbatasan, seperti batasan ruang lingkup dan potensi bias dalam pengumpulan data.
Penggunaan Digital Touch Panel terhadap Survei Kepuasan Pelayanan di Kantor Desa Dauh Puri Kauh Denpasar Made Dika Nugraha; I Putu Yudi Prabhadika; Ida Ayu Rosa Dewinta
Postgraduated Community Service Journal Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pcsj.4.1.2023.1-5

Abstract

Community service at the Dauh Puri Kauh Village Office is a form of campus concern for the environment, both for the general public, government and village officials who oversee the Denpasar city area, especially the West Denpasar sub-district. They complained about the lack of understanding of most employees about application of digital technology, especially the use of digital service satisfaction survey tools that do not yet exist in the West Denpasar government area because what employees often use is only a piece of paper to survey community satisfaction in the form of a questionnaire answer format which is archived and input manually to computer databases. Considering that currently the need for good, fast and accurate services is urgently needed by the people of the Dauh Puri Kauh area and that information disclosure and services are digital, especially in the Denpasar city area after the Covid-19 spike has decreased. This service will involve the village head and employees of the Dauh Puri Kauh village office. The results of the service are expected to help capable partners who are expected to be able to understand and continue the application of the tool and in the future, the system can be developed for the advancement of digital technology in the Denpasar city area.
Edukasi dan Pembinaan Guna Meningkatkan Sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Dauh Puri Kauh Ida Ayu Rosa Dewinta; I Putu Yudi Prabhadika; A.A. Ngurah Gede Punia Artawan P
Postgraduated Community Service Journal Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pcsj.5.2.2024.64-67

Abstract

The community has an important role in obtaining education related to developing knowledge, one of which is knowledge of the quality of MSMEs (Micro, Small and Medium Enterprises). MSMEs have a very large role in Indonesia's economic development. As much as 60% of Indonesia's economic strength is in the MSME sector. However, many people still do not understand the importance of managing business permits, taxation and accounting records for MSMEs. Problems occur because MSME owners are very unfamiliar with the initial steps that must be taken in running a business, namely those related to digital marketing, processing business permits, taxation and accounting recording systems. Limitations that often occur are in adopting new technology and innovation in the production or marketing process as well as from a financial perspective, apart from that it is also related to tax issues, high tax burdens or lack of understanding regarding tax obligations can be a problem for MSMEs. The solution taken to overcome the lack of understanding related to digital marketing, business licensing, taxation and accounting information systems is providing education related to Business Licensing Applications, Taxation, Accounting Information Systems and Marketing Digitalization for the MSME sector. Assistance will be provided regarding the procedures for applying for Business Licensing, Digital Marketing, Taxation in accordance with the MSME business classification and the Accounting Information System related to MSME business financial records. Service providers provide sharing sessions for both academics, practitioners and MSMEs related to these topics.
Paradoks Pajak Digital: Dampaknya Terhadap Daya Beli Generasi Z Mahasiswa Akuntansi di Era Ekonomi Digital dalam Perspektif SDGs 9 dan 17 A A Ngr Gde Punia Artawan Putra; Ida Ayu Rosa Dewinta
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i7.2870

Abstract

Penerapan pajak digital melalui pengenaan Pajak Pertambahan Nilai atas Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) merupakan kebijakan pemerintah untuk memperluas basis pajak dan mendukung pembangunan ekonomi digital yang berkelanjutan. Namun, kebijakan ini menimbulkan paradoks karena berpotensi meningkatkan biaya konsumsi layanan digital yang menjadi kebutuhan utama Generasi Z sebagai digital natives. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kebijakan pajak digital terhadap daya beli Generasi Z, khususnya mahasiswa Program Studi Akuntansi, dalam perspektif Sustainable Development Goals (SDGs) 9 dan 17. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 130 mahasiswa Generasi Z dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model memiliki koefisien determinasi sebesar 11,3%, yang mengindikasikan bahwa daya beli mahasiswa dipengaruhi oleh pajak digital sebesar 11,3%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Secara parsial, dimensi pajak digital yang berkaitan dengan pengembangan inovasi, infrastruktur digital, dan industrialisasi berkelanjutan (SDG 9) tidak berpengaruh signifikan terhadap daya beli. Sebaliknya, dimensi kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan (SDG 17) berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya beli mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa Generasi Z tetap memanfaatkan layanan digital meskipun terdapat tambahan beban pajak, selama layanan tersebut memberikan manfaat dan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan mereka. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian perpajakan digital serta menjadi masukan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan fiskal yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi digital tanpa mengurangi akses masyarakat terhadap layanan digital.
Analisis Perbandingan Biaya dan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Sloof dan Boundary Wall antara Penggunaan Bekisting Batako dengan Bekisting Multiplek (Studi Kasus: The Grey House Buwit Tabanan) I Gusti Agung Ananda Putra; Maria Eveliani Yunesti Sadur; Ida Ayu Rosa Dewinta
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2025): October Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v17i2.6610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan biaya dan waktu pelaksanaan pekerjaan sloof dan boundary wall antara penggunaan bekisting batako dan multiplek pada proyek pembangunan The Grey House Buwit Tabanan. pada pelaksanaan pekerjaan di proyek Apartment The Grey House terjadi keterlambatan yang disebabkan oleh kurangnya tenaga kerja. Dimana keterlambatan ini berdampak pada pengerjaan bekisting, terutama pada pengerjaan bekisting batako, yang memerlukan tenaga kerja lebih banyak dan waktu pemasangan yang lebih lama. Akibatnya, pekerjaan sloof mengalami keterlambatan. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode AHSP 2022. Bekisting batako dikenal dengan ketahanan dan kemudahan pemasangannya, sedangkan bekisting multiplek lebih efisien dari segi biaya dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya total penggunaan bekisting batako mencapai Rp109.751.543 dengan waktu pelaksanaan 15 hari, sedangkan bekisting multiplek lebih ekonomis dengan total biaya sebesar Rp94.771.377 dan waktu pelaksanaan 30 hari, menghasilkan penghematan biaya sebesar 16%. Meskipun bekisting batako memiliki waktu pelaksanaan yang lebih singkat, bekisting multiplek tetap menjadi pilihan yang lebih efisien untuk proyek dengan anggaran terbatas.