Tenggelam masih menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat cedera tidak disengaja, sementara tingkat literasi masyarakat mengenai keselamatan akuatik di lingkungan kolam renang masih relatif rendah. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya edukasi dan pelatihan yang mampu meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam mencegah dan menangani keadaan darurat di air. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keselamatan akuatik melalui pelatihan water safety yang terstruktur. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi secara interaktif, demonstrasi teknik keselamatan air, praktik keterampilan mengapung (survival float), teknik reach-throw-don't go, penanganan awal korban tenggelam, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Kegiatan diikuti oleh 70 peserta yang berpartisipasi secara aktif selama dua hari pelaksanaan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rerata skor pengetahuan keselamatan air dari 58 pada pretest menjadi 86 pada posttest. Selain itu, keterampilan peserta juga mengalami peningkatan, ditunjukkan oleh kemampuan survival float yang meningkat dari 41% menjadi 88%, penguasaan teknik reach-throw-don't go dari 35% menjadi 91%, serta kemampuan penanganan awal korban tenggelam dari 29% menjadi 83%. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pelatihan water safety efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keselamatan akuatik peserta. Oleh karena itu, program serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dan diperluas penerapannya pada sekolah, komunitas olahraga, serta pengelola fasilitas kolam renang sebagai upaya preventif dalam menekan risiko kecelakaan di lingkungan perairan