Kevin Kristian
Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENYULUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT SISWA-SISWI TK CIKAL, RUSUN PENJARINGAN Mora Octavia; Stephani Dwiyanti; Indriani Oktaria; Isadora Gracia; Hendro Sunjaya; Regina Satya Wiraharja; Bryani Titi Santi; Kevin Kristian
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 02 (2026): Mitramas, Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v4i02.7249

Abstract

Karies atau gigi berlubang merupakan permasalahan rongga mulut yang paling utama di dunia, dengan anak-anak dan remaja sebagai populasi yang paling berisiko terkena karies. Bukti klinis menunjukkan bahwa karies dapat dicegah, salah satunya adalah dengan mempromosikan cara menjaga kebersihan gigi dan mulut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mencegah karies sejak dini, dengan memberikan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat sekolah TK Cikal, Penjaringan. Upaya untuk menilai tingkat pemahaman dan perilaku menyikat gigi anak TK dilakukan dengan metode partisipatif. Para peserta yang berjumlah 106 orang dibagi menjadi beberapa kelompok kecil dan dirotasi ke pos-pos penyuluhan dengan topik mengenai penyebab gigi berlubang, dampak tidak menjaga kesehatan gigi dan mulut, makan makanan yang tidak sehat dan merusak gigi, serta demonstrasi cara menyikat gigi dengan baik dan benar. Peserta dipanggil secara acak untuk menilai tingkat pengetahuan mengenai materi penyuluhan dan keterampilan menyikat gigi. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar peserta (96,3%) memahami materi penyuluhan, tetapi hanya sebagian peserta (46,7%) yang dapat mendemonstrasikan seluruh metode penyikatan gigi dengan sempurna. Kesimpulannya adalah peserta memahami materi penyuluhan, tetapi keterampilan menyikat gigi masih belum dikuasai seluruhnya, sehingga perlu diadakan kegiatan penyuluhan secara berkala disertai dengan pemeriksaan indeks kebersihan rongga mulut untuk menilai efektivitas penyuluhan yang sudah dilaksanakan.
EDUKASI KESEHATAN DAN SKRINING ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI RW 05 KELURAHAN ANCOL Yunisa Astiarani; Kevin Kristian; Herliana Aprilia; Ivana Angelina Patricia; Theodora Silvia Mulyani; Hadiyanto Hadiyanto
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 02 (2026): Mitramas, Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v4i02.7713

Abstract

Remaja putri merupakan kelompok yang rentan terhadap anemia dan masalah kesehatan reproduksi akibat keterbatasan pengetahuan serta belum optimalnya deteksi dini di tingkat komunitas, sehingga berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan produktivitas. Kegiatan komunitas ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kesehatan remaja putri sekaligus melakukan deteksi dini anemia melalui pendekatan promotif dan preventif berbasis komunitas. Kegiatan dilaksanakan pada 14 Juni 2025 di RW 05 Kelurahan Ancol dengan sasaran 30 remaja putri, di mana sebanyak 27 peserta (90,0%) mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Metode pemecahan masalah dilakukan melalui penyuluhan kesehatan remaja interaktif, pengukuran kadar hemoglobin sebagai skrining anemia, serta intervensi awal berupa edukasi gizi dan pemberian tablet tambah darah. Hasil skrining menunjukkan bahwa 21 peserta (77,8%) memiliki kadar hemoglobin normal (>12 g/dL), sementara 6 peserta (22,2%) mengalami anemia, terdiri atas anemia ringan 2 peserta (7,4%), anemia sedang 3 peserta (11,1%), dan anemia berat 1 peserta (3,7%). Seluruh peserta (100%) memperoleh edukasi gizi dan suplementasi tablet tambah darah, sedangkan peserta dengan anemia sedang dan berat dirujuk ke Puskesmas untuk pemeriksaan lanjutan. Evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta setelah intervensi edukasi. Penyuluhan kesehatan yang terintegrasi dengan skrining anemia efektif meningkatkan pengetahuan remaja putri serta mendukung deteksi dini anemia di tingkat masyarakat.
PENYULUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT SISWA-SISWI TK CIKAL, RUSUN PENJARINGAN Mora Octavia; Stephani Dwiyanti; Indriani Oktaria; Isadora Gracia; Hendro Sunjaya; Regina Satya Wiraharja; Bryani Titi Santi; Kevin Kristian
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 02 (2026): Mitramas, Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v4i02.7249

Abstract

Karies atau gigi berlubang merupakan permasalahan rongga mulut yang paling utama di dunia, dengan anak-anak dan remaja sebagai populasi yang paling berisiko terkena karies. Bukti klinis menunjukkan bahwa karies dapat dicegah, salah satunya adalah dengan mempromosikan cara menjaga kebersihan gigi dan mulut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mencegah karies sejak dini, dengan memberikan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat sekolah TK Cikal, Penjaringan. Upaya untuk menilai tingkat pemahaman dan perilaku menyikat gigi anak TK dilakukan dengan metode partisipatif. Para peserta yang berjumlah 106 orang dibagi menjadi beberapa kelompok kecil dan dirotasi ke pos-pos penyuluhan dengan topik mengenai penyebab gigi berlubang, dampak tidak menjaga kesehatan gigi dan mulut, makan makanan yang tidak sehat dan merusak gigi, serta demonstrasi cara menyikat gigi dengan baik dan benar. Peserta dipanggil secara acak untuk menilai tingkat pengetahuan mengenai materi penyuluhan dan keterampilan menyikat gigi. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar peserta (96,3%) memahami materi penyuluhan, tetapi hanya sebagian peserta (46,7%) yang dapat mendemonstrasikan seluruh metode penyikatan gigi dengan sempurna. Kesimpulannya adalah peserta memahami materi penyuluhan, tetapi keterampilan menyikat gigi masih belum dikuasai seluruhnya, sehingga perlu diadakan kegiatan penyuluhan secara berkala disertai dengan pemeriksaan indeks kebersihan rongga mulut untuk menilai efektivitas penyuluhan yang sudah dilaksanakan.
EDUKASI KESEHATAN DAN SKRINING ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI RW 05 KELURAHAN ANCOL Yunisa Astiarani; Kevin Kristian; Herliana Aprilia; Ivana Angelina Patricia; Theodora Silvia Mulyani; Hadiyanto Hadiyanto
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 02 (2026): Mitramas, Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v4i02.7713

Abstract

Remaja putri merupakan kelompok yang rentan terhadap anemia dan masalah kesehatan reproduksi akibat keterbatasan pengetahuan serta belum optimalnya deteksi dini di tingkat komunitas, sehingga berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan produktivitas. Kegiatan komunitas ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kesehatan remaja putri sekaligus melakukan deteksi dini anemia melalui pendekatan promotif dan preventif berbasis komunitas. Kegiatan dilaksanakan pada 14 Juni 2025 di RW 05 Kelurahan Ancol dengan sasaran 30 remaja putri, di mana sebanyak 27 peserta (90,0%) mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Metode pemecahan masalah dilakukan melalui penyuluhan kesehatan remaja interaktif, pengukuran kadar hemoglobin sebagai skrining anemia, serta intervensi awal berupa edukasi gizi dan pemberian tablet tambah darah. Hasil skrining menunjukkan bahwa 21 peserta (77,8%) memiliki kadar hemoglobin normal (>12 g/dL), sementara 6 peserta (22,2%) mengalami anemia, terdiri atas anemia ringan 2 peserta (7,4%), anemia sedang 3 peserta (11,1%), dan anemia berat 1 peserta (3,7%). Seluruh peserta (100%) memperoleh edukasi gizi dan suplementasi tablet tambah darah, sedangkan peserta dengan anemia sedang dan berat dirujuk ke Puskesmas untuk pemeriksaan lanjutan. Evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta setelah intervensi edukasi. Penyuluhan kesehatan yang terintegrasi dengan skrining anemia efektif meningkatkan pengetahuan remaja putri serta mendukung deteksi dini anemia di tingkat masyarakat.