p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL AGROHITA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH DOSIS PUPUK KOMPOS DAN TRICHODERMA SP. TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI MERAH KERITING (Capsicum annuum L.) Nanda Fajar Karunia Ayu; Y Sartono Joko Santosa; Kharis Triyono
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v11i1.24201

Abstract

Cabai merah keriting (Capsicum annuum L.) merupakan tanaman hortikultura yang banyak dibutuhkan masyarakat. Namun, produktivitasnya sering terhambat oleh penurunan kesuburan tanah dan gangguan organisme pengganggu tanaman. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu penggunaan pupuk organik dan agen hayati yang ramah lingkungan, seperti pupuk kompos dan Trichoderma sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian pupuk kompos dan Trichoderma sp., baik secara tunggal maupun kombinasi, terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah keriting. Penelitian dilaksanakan pada 17 September hingga 26 Desember 2024 di Kabupaten Karanganyar menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk kompos (0; 187,5; dan 281,25 g/tanaman), sedangkan faktor kedua adalah dosis Trichoderma sp. (0; 7,5; 15; dan 22,5 g/polybag) dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, waktu muncul bunga pertama, jumlah buah, berat buah, panjang buah, dan diameter buah. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pupuk kompos tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah keriting. (2) Pemberian Trichoderma sp. memberikan pengaruh beda nyata terhadap jumlah daun, (3) interaksi keduanya tidak menunjukkan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman.
KETAHANAN TANAMAN BAWANG MERAH ASAL BIJI TERHADAP INTENSITAS PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA JUMLAH POPULASI YANG BERBEDA DI DATARAN TINGGI Aszalza Yuliana Putri; Sartono Joko Santosa; Kharis Triyono
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v11i1.24202

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji pengaruh perbedaan jumlah populasi tanaman terhadap pertumbuhan, hasil, dan intensitas penyakit layu fusarium pada tanaman bawang merah (Allium cepa L. var. ascalonicum) asal biji (True Shallot Seed) di dataran tinggi. Penelitian dilaksanakan pada 29 Agustus hingga 09 November 2025 di Kebun Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, pada ketinggian ±1000–1200 m dpl. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) satu faktor, yaitu jumlah populasi tanaman yang terdiri dari lima taraf perlakuan dan diulang sebanyak enam ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi per rumpun, bobot segar umbi, bobot kering umbi, serta intensitas serangan penyakit layu fusarium (Fusarium oxysporum). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan jumlah populasi tanaman berpengaruh terhadap intensitas penyakit layu fusarium dan bobot segar umbi per petak. Kepadatan yang optimal mampu menjaga keseimbangan mikroklimat pertanaman dan menunjukkan tingkat ketahanan yang lebih baik terhadap penyakit, sehingga menghasilkan bobot segar umbi per petak yang signifikan. Pengaturan populasi tanaman yang tepat mampu menciptakan kondisi lingkungan tumbuh yang lebih seimbang, sehingga berperan dalam menekan perkembangan layu fusarium dan mendukung peningkatan hasil bawang merah asal biji di dataran tinggi