Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Manajemen Usaha dan Pelayanan Konsumen bagi UMKM Pasar Sorpring Berbasis Komunitas di Taman Harmoni Surabaya Auliyah Sindi Maheswari; Khalimatul Maisaroh; Indira Arundinasari
Abdimas Singkerru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v6i2.388

Abstract

Pasar Sorpring (Srawung Sor Pring) di Taman Harmoni Surabaya merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas yang melibatkan pelaku usaha mikro dalam pemanfaatan ruang publik sebagai sarana penguatan ekonomi lokal. Meskipun memiliki potensi yang besar, masih ditemukan beberapa kendala yang berkaitan dengan pengelolaan usaha, kualitas pelayanan konsumen, serta optimalisasi pengelolaan pasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam manajemen usaha dan pelayanan konsumen sekaligus memperkuat pelaksanaan Pasar Sorpring sebagai media pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan pengelola pasar, pelaku usaha, dan masyarakat melalui kegiatan sosialisasi, pendampingan, diskusi, serta praktik langsung. Program dilaksanakan melalui tiga aspek utama, yaitu pendampingan manajemen usaha berbasis komunitas, pendampingan pelayanan konsumen, dan penguatan pelaksanaan pasar melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat yang meliputi penciptaan iklim yang mendukung, penguatan kapasitas, perlindungan, dukungan, dan pemeliharaan keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku usaha mengenai pengelolaan usaha yang lebih terencana, peningkatan kesadaran terhadap pentingnya pelayanan yang berkualitas, serta menguatnya peran pengelola pasar dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Kegiatan ini juga mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengembangan pasar berbasis komunitas. Penguatan Pasar Sorpring melalui integrasi pendampingan usaha dan pelayanan konsumen menunjukkan bahwa ruang publik dapat dimanfaatkan sebagai sarana pemberdayaan masyarakat yang efektif dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Pelaksanaan Program Panah Srikandi dalam Upaya Meningkatkan Pelayanan Publik di Desa Kauman Kabupaten Bojonegoro Isma Nurcahya ningtyas; Indira Arundinasari
Jurnal Ilmiah Tata Sejuta STIA Mataram Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Tata Sejuta STIA Mataram
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32666/tatasejuta.v11i2.680

Abstract

Public services in Indonesia are currently undergoing changes to improve their quality and efficiency. Many government agencies have switched to digital systems to facilitate and accelerate public services online. The Kauman Village Office, Bojonegoro Regency, has implemented online public services, namely the Panah Srikandi Program, which aims to facilitate the processing of population administration documents such as e-KTP, KK, birth certificates, death certificates, KIA, and Letters of Transfer to village communities. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques are carried out through interviews, observations, and documentation. This study aims to describe and analyze how successful the Implementation of the Panah Srikandi Program is in improving administrative services to village communities. The focus of this study is analyzed using the theory of policy implementation according to David C. Korten, namely Programs, Implementing Organizations, and Target Groups. The results of this study indicate that the implementation of the Panah Srikandi program in Kauman Village has been running well in accordance with the established program regulations. However, there are still problems in its implementation, such as the lack of village budget in managing e-KTP, the process of managing e-KTP which should be carried out at the village office but currently the process is carried out at the sub-district office, and the absence of door-to-door outreach services to each resident's house in the current administrative services.