Yusdi Haq
Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STATUS HUKUM HIBAH MU'ALLAQAH BI AL-MAUT ANALISIS KOMPARATIF FIKIH EMPAT MAZHAB Yusdi Haq; Muhammad Tsalis Ramadlani; Oki Anggara Saputra; Azfar ihsanu naufal
USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/9v8psy58

Abstract

This study examines the legal status of conditional hibah specifically, gifts that are stipulated to be received only after the donor’s death based on the analysis of the four major Sunni schools of Islamic jurisprudence. The research is motivated by the widespread practice of conditional hibah in Muslim communities, which is often confused with the concept of wasiyyah (bequest). This study employs a qualitative method using a normative-comparative approach and library research, drawing from primary sources such as classical fiqh texts and secondary literature including academic journals and scholarly works. The findings reveal that hibah is a transfer-of-ownership contract that must take effect during the donor’s lifetime, making immediacy (tanjīz) and certainty of ownership essential for its validity. The majority of jurists reject conditional hibah because it contradicts the nature of hibah as an immediate act of giving, whereas some scholars, such as Ibn Taymiyyah and Ibn al-Qayyim, permit it when the condition is clear and does not contravene Islamic principles. The study also shows that most jurists require qabd (physical possession) as a condition for the completion of hibah. Furthermore, a hibah conditioned upon the donor’s death is invalid as hibah and instead becomes a wasiyyah, subject to the rules of bequests, including the prohibition of bequeathing to heirs unless all other heirs consent. These findings highlight the importance of public awareness regarding the distinction between hibah and wasiyyah to prevent legal disputes
The Role of Teaching Fiqh Munakahat in Realizing Muslim Family Resilience: Peran Pengajaran Fikih Munakahat dalam Mewujudkan Ketahanan Keluarga Muslim Salsabila Az-Zahra; Yusdi Haq
Al-Zaujiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 1 (2024): Juni
Publisher : PT Syamilah Literasi Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga adalah unit terdasar dalam masyarakat yang memiliki peran penting dalam pembentukan individu dan kesejahteraan sosial. Dalam konteks Islam, pembentukan keluarga yang harmonis diatur oleh konsep sakinah, mawaddah, dan rahmah. Artikel ini membahas pentingnya pendidikan Fikih Munakahat dalam membentuk ketahanan keluarga di Pondok Pesantren Imam Bukhari, Karanganyar, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi literatur, wawancara tidak terstruktur, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Fikih Munakahat di pesantren dilakukan secara sistematis dan berperan signifikan dalam memberikan panduan terkait pernikahan, menyelesaikan konflik, serta menghadapi tantangan ekonomi dan sosial dalam keluarga. Pendidikan ini juga membantu santri dalam memilih pasangan yang sesuai dengan kriteria Islam dan mengatur hak serta kewajiban suami istri. Efektivitas pendidikan ini terlihat dari kemampuan alumni pesantren dalam menerapkan ilmu yang diperoleh untuk menjaga ketahanan keluarganya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Fikih Munakahat berperan penting dalam menciptakan keluarga yang harmonis dan tangguh sesuai ajaran Islam.