Ni Luh Gede Ratna Juliasih
Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potensi Antikanker Pada Ekstrak Etanol Makroalga Caulerpa racemosa Menggunakan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Devi Ardiyati Khasana; Endang Linirin Widiastuti; Nuning Nurcahyani; Agus Setyawan; Ni Luh Gede Ratna Juliasih
Journal of Tropical Marine Science Vol 8 No 1 (2025): Journal of Tropical Marine Science (on going)
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v8i1.5759

Abstract

Caulerpa racemosa is one of the green macroalgae that is widely distributed in the coastal areas of Lampung Province and needs to be explored as a phytopharmaceutical ingredient because it is thought to have bioactive compounds. In this study, we also used taurine, which is known to prevent cell and tissue damage due to oxidative processes, to explore its potential as an anticancer. The initial stage of this research is phytochemical screening of 96% ethanol extract of Caulerpa racemosa and contains phenolic compounds . alkaloids, saponins, flavonoids, tannins, steroids and terpenoids. The toxicity test of Caulerpa racemosa ethanol extract and taurine used the BSLT method (Brine Shrimp Lethality Test). In this study, 7 concentrations were used, namely 0 ppm (control); 62.5; 125; 250; 500; 1000; and 2000 for both Caulerpa racemosa and taurine ethanol extracts with 5 repetitions. Meanwhile, the toxicity test results showed that the LC50 value of Caulerpa racemosa ethanol extract was 194.14 ppm and 170.69 ppm for taurine, this values are between 100 ppm - 1000 ppm of Caulerpa racemosa ethanol and taurine indicate that both material have potential anticancer activity with low toxicity.
Karakterisasi Bakteri Patogen Vibrio Parahaemolyticus Pada Bawal Bintang (Trachinotus blochii) Dari Perairan Teluk Hurun, Lampung Rakhmat Hadi Saputra; Agus Setiawan; Sumardi Sumardi; Yudha Trinoegraha Adiputra; Ni Luh Gede Ratna Juliasih
Journal of Tropical Marine Science Vol 8 No 2 (2025): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v18i2.6949

Abstract

Industri perikanan budidaya laut menghadapi tantangan besar dalam pengendalian penyakit yang disebabkan oleh bakteri patogen. Salah satu patogen yang sering menyerang ikan budidaya adalah Vibrio parahaemolyticus, yang dapat menyebabkan vibriosis pada ikan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter bakteri patogen Vibrio parahaemolyticus yang ditemukan pada ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii) di perairan Teluk Hurun, Lampung, serta menguji potensi antibakterinya. Karakterisasi bakteri V. parahaemolyticus meliputi uji media selektif CHROMagar Vibrio (CV), konfirmasi gen toxR dengan metode PCR, aktivitas hemolitik pada medium blood agar plate (BAP)  uji biokimia dengan metode API 20E, uji patogenisitas secara in vio pada bawal bintang, dan uji sensitivitas terhadap antibiotik dan bahan antimikrobia. Hasil penelitian menunjukkan bakteri V. parahaemolyticus tumbuh pada media CAV dengan warna biru kemerahan, teramplifikasi gen toxR, hemolitik positif, morfologi koloni berwarna krem dengan tepi bergelombang, mampu memfermentasi beberapa karbohidrat, termasuk glukosa, mannitol, dan sukrosa. Uji patogenisitas in vivo pada ikan bawal bintang menunjukkan gejala klinis berupa lesu, peradangan pada sirip, dan perdarahan, yang menandakan bahwa Vibrio parahaemolyticus merupakan patogen penyebab vibriosis pada ikan. Uji antibakteri menunjukkan bahwa enrofloxacin adalah antibiotik yang paling efektif, diikuti oleh tetrasiklin dan oksitetrasiklin. Ekstrak jintan hitam menunjukkan hasil yang lebih bervariasi, meskipun tetap menunjukkan potensi antibakteri alami. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar yang lebih kuat untuk pengendalian vibriosis di perikanan budidaya serta mendorong pengembangan alternatif antibakteri alami.