Munti Sarida
Jurusan Perikanan dan Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kualitas Air Sebagai Pemicu Eutrofikasi di Habitat Kerang Bulu (Anadara antiquata) di Pesisir Kabupaten Pesawaran Andy Sahalatua Gultom; Qadar Hasani; Gregorius Nugroho Susanto; Munti Sarida; Endang Linirin Widiastuti; Winarto Santosa
Journal of Tropical Marine Science Vol 9 No 1 (2026): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/ekvmbn43

Abstract

The blood cockle (Anadara antiquata) is an economically valuable marine species that depends on suitable water quality conditions in its habitat. This study aims to analyze water quality parameters that potentially trigger eutrophication in the habitat of the blood cockle in the coastal waters of Pesawaran Regency, Lampung Province. The study was conducted at three key harvesting sites—Teluk Hurun, Teluk Cikunyinyi, and Teluk Ratai—with sampling carried out four times during September–October 2024. The measured parameters included temperature, pH, salinity, dissolved oxygen (DO), transparency, depth, nitrite, ammonia, phosphate, and total organic matter (TOM). The results showed that several chemical parameters, such as nitrite (up to 0.11 mg/L), phosphate (up to 0.63 mg/L), and TOM (up to 39.14 mg/L), exceeded marine water quality standards based on Government Regulation No. 22 of 2021. The low N/P ratio (<1) at all sites indicates a high potential for eutrophication, with Teluk Ratai identified as the most critical site. These findings highlight the importance of continuous water quality monitoring to support the sustainability of blood cockle habitats and coastal ecosystems.
Perspektif Kelembagaan Dalam Pengelolaan Limbah Tambak Udang Di CV Chandra Perdana Abadi Kabupaten Pesawaran Dhiah Ambarwati; Agus Setyawan; Abdullah Aman Damai; Munti Sarida; Dedi Hermawan; Indra Gumay Febryano
Journal of Tropical Marine Science Vol 9 No 2 (2026): Journal of Tropical Marine Science (JTMS)
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jtms.v9i2.7063

Abstract

Pengelolaan limbah dalam budidaya udang vaname merupakan aspek penting untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan produksi perikanan dan pelestarian lingkungan pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan limbah tambak udang vaname di Kabupaten Pesawaran dari perspektif kelembagaan. Pendekatan yang digunakan meliputi analisis kelembagaan berdasarkan empat dimensi, yaitu situasi, struktur, perilaku, dan kinerja kelembagaan, dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan uji kualitas air limbah di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah di perusahaan ini telah memiliki dasar kelembagaan yang kuat dan selaras dengan regulasi nasional, terutama Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 15 Tahun 2022 dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Penerapan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) mampu menurunkan sebagian besar parameter pencemar hingga memenuhi baku mutu lingkungan, seperti pH, DO, TDS, amonia, nitrit, nitrat, dan sulfida. Namun, peningkatan nilai BOD dan phospat menunjukkan perlunya optimalisasi sistem pengolahan limbah organik dan nutrien. Dari sisi kelembagaan, koordinasi antar pemangku kepentingan, pengawasan lingkungan, serta penerapan standard operating procedure (SOP) pengelolaan limbah masih perlu diperkuat untuk mendukung keberlanjutan produksi dan kelestarian ekosistem pesisir.