Pengelolaan limbah dalam budidaya udang vaname merupakan aspek penting untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan produksi perikanan dan pelestarian lingkungan pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan limbah tambak udang vaname di Kabupaten Pesawaran dari perspektif kelembagaan. Pendekatan yang digunakan meliputi analisis kelembagaan berdasarkan empat dimensi, yaitu situasi, struktur, perilaku, dan kinerja kelembagaan, dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan uji kualitas air limbah di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah di perusahaan ini telah memiliki dasar kelembagaan yang kuat dan selaras dengan regulasi nasional, terutama Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 15 Tahun 2022 dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Penerapan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) mampu menurunkan sebagian besar parameter pencemar hingga memenuhi baku mutu lingkungan, seperti pH, DO, TDS, amonia, nitrit, nitrat, dan sulfida. Namun, peningkatan nilai BOD dan phospat menunjukkan perlunya optimalisasi sistem pengolahan limbah organik dan nutrien. Dari sisi kelembagaan, koordinasi antar pemangku kepentingan, pengawasan lingkungan, serta penerapan standard operating procedure (SOP) pengelolaan limbah masih perlu diperkuat untuk mendukung keberlanjutan produksi dan kelestarian ekosistem pesisir.