Indra Gumay Febryano
Magister Manajemen Ilmu Lingkungan, Pasca Sarjana, Universitas Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perspektif Kelembagaan Dalam Pengelolaan Limbah Tambak Udang Di CV Chandra Perdana Abadi Kabupaten Pesawaran Dhiah Ambarwati; Agus Setyawan; Abdullah Aman Damai; Munti Sarida; Dedi Hermawan; Indra Gumay Febryano
Journal of Tropical Marine Science Vol 9 No 2 (2026): Journal of Tropical Marine Science (JTMS)
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jtms.v9i2.7063

Abstract

Pengelolaan limbah dalam budidaya udang vaname merupakan aspek penting untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan produksi perikanan dan pelestarian lingkungan pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan limbah tambak udang vaname di Kabupaten Pesawaran dari perspektif kelembagaan. Pendekatan yang digunakan meliputi analisis kelembagaan berdasarkan empat dimensi, yaitu situasi, struktur, perilaku, dan kinerja kelembagaan, dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan uji kualitas air limbah di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah di perusahaan ini telah memiliki dasar kelembagaan yang kuat dan selaras dengan regulasi nasional, terutama Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 15 Tahun 2022 dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Penerapan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) mampu menurunkan sebagian besar parameter pencemar hingga memenuhi baku mutu lingkungan, seperti pH, DO, TDS, amonia, nitrit, nitrat, dan sulfida. Namun, peningkatan nilai BOD dan phospat menunjukkan perlunya optimalisasi sistem pengolahan limbah organik dan nutrien. Dari sisi kelembagaan, koordinasi antar pemangku kepentingan, pengawasan lingkungan, serta penerapan standard operating procedure (SOP) pengelolaan limbah masih perlu diperkuat untuk mendukung keberlanjutan produksi dan kelestarian ekosistem pesisir.