Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

The Rancang Bangun Kiln Pirolisis Tempurung Kelapa Tipe Batch dengan Mekanisme Poros Pemutar dan Sistem Ventilasi Terbatas Bintang Sipartogi Panjaitan; Vonny Setiaries Johan; Yossie Kharisma Dewi; imelda yunita; chandra gunawan; addiena s nasution; nadya novianti; arum rovarti
Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research Vol 7 No 1 (2026): Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research: Regular Issue
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jaber.2026.7.1.18509

Abstract

Pirolisis tempurung kelapa menggunakan tungku terbuka atau kiln sederhana masih menghadapi kendala berupa suplai oksigen yang tidak terkendali, suhu karbonisasi yang kurang stabil, rendemen arang yang rendah, serta proses pembongkaran produk yang kurang ergonomis. Penelitian ini bertujuan merancang dan memfabrikasi kiln pirolisis tempurung kelapa tipe batch dengan mekanisme poros pemutar dan ventilasi udara terbatas untuk mendukung proses karbonisasi yang lebih terkendali dan mudah dioperasikan. Perancangan dilakukan melalui pendekatan rekayasa yang mencakup penentuan kapasitas bahan 20 kg, volume ruang pengarangan, kebutuhan energi pemanasan awal, debit udara pembakaran parsial sebesar 0,00456 m³/s, konfigurasi lubang udara, serta sistem cerobong natural draft berdiameter 3 inci yang direduksi menjadi 1 inci. Hasil fabrikasi menghasilkan prototipe kiln berbentuk silinder vertikal berdiameter 37 cm yang dipasang pada rangka penyangga berbentuk A dengan poros horizontal, sehingga badan kiln dapat dimiringkan secara manual untuk memudahkan pengeluaran arang tanpa pintu samping. Inspeksi dimensional dan fungsional menunjukkan bahwa ruang pengarangan, ventilasi, cerobong, rangka penyangga, dan mekanisme pemutar telah terpasang sesuai rancangan. Prototipe ini menjadi dasar untuk pengujian kinerja termal, distribusi suhu, rendemen arang, dan kualitas produk pada tahap berikutnya. Rancangan ini berpotensi diterapkan pada skala UMKM sebagai kiln pirolisis yang lebih operasional, terkendali, dan mudah direplikasi.