Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Karakteristik pantai Taman Nasional Wakatobi dalam mendukung potensi wisata bahari: Studi kasus Pulau Wangiwangi Dini Purbani; Yulius .; Muhammad Ramdhan; Taslim Arifin; H.L. Salim; Nadya Novianti
Depik Vol 3, No 2 (2014): August 2014
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.865 KB) | DOI: 10.13170/depik.3.2.1539

Abstract

Abstract. Wakatobi Regency with its capital Wangiwangi Island has a great potential of natural resources, i.e.  sloping white sandy beach which strategically stretched out from north to south. The purpose of  this research is to identify beach type, to make a map of beach type in Wangiwangi island  and to identify potential of object tourism.  The metodology of this research is using field observation and the Geographical Information System (GIS). The field obervation was used to measure the beach’s width, length and slope.  The tools used in research are geological compass and applicable measurement equipment. The result of field obervation was used to make spasial analysis to get Map of beach characteristic. Processing of beach map characteristic using ARC GIS 9.3. The lithology of Wangiwangi island beach is limestone, its morphology is of high relief and low relief and there are three types of its characteristic, (they are); sandy beach, sandy beach with fragment coral and cliff beach. The locations of sandy beach are at waha and cemara beach. The location of Sandy beach with fragment coral are at Wapia beach, in Patuno island, in Matahora island and for cliff  beach are at Weki beach, in Kapotan island, at Buni beach and Batutobengko beach. The sandy beach and sandy beach with fragment coral are suitable for coastal tourism such as swimming, sunbathing and fishing.Keywords: Geographical Information System (GIS); beach characteristic; Wangiwangi Island; coastal tourism. Abstrak. Kabupaten Wakatobi dengan pusat pemerintahan di Pulau Wangiwangi memiliki sumberdaya alam yang sangat potensial dengan pantainya yang landai dan berpasir putih, membujur dari utara ke selatan dan posisinya sangat strategis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan jenis pantai di Pulau Wangiwangi dan memetakan kondisi pantai di Pulau Wangiwangi serta mengidentifikasikan potensi wisatanya . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi langsung dan analisis spasial. Pengamatan observasi langsung diterapkan untuk mengukur lebar pantai, panjang pantai dan berm menggunakan alat ukur meteran, sedangkan kemiringan pantai dengan kompas geologi. Hasil dari pengamatan pantai digunakan untuk membuat  analisis spasial sehingga diperoleh Peta jenis karakteristik pantai. Proses pengolahan mengunakan ARC GIS 9,3. Kondisi  pantai  Pulau Wangiwangi berdasarkan geologi (litologi penyusun)  didominasi oleh Batu Gamping Koral (Limestone), morfologi terdiri atas Relief Tinggi dan Relief Sedang sedangkan karakteristik pantai Pulau Wang-Wangi  terdiri dari  Pantai berpasir,. Pantai berpasir bercampur fragmen karang dan. Pantai bertebing karang. Lokasi Pantai Berpasir di Pantai Waha dan Pantai Cemara. Pantai Berpasir bercampur fragmen karang berada di Pantai Wapia, Pantai Patuno, Pulau Matahora, sedangkan Pantai bertebing karang tersebar di Pantai Weki, Pulau Kapotan, Bungi dan Batutobengko. Potensi wisata pantai dapat diusulkan pada jenis pantai berpasir dan pantai berpasir bercampur fragmen karang. Objek wisata antara lain berenang, berjemur dan memancing.
Karakteristik pantai Taman Nasional Wakatobi dalam mendukung potensi wisata bahari: Studi kasus Pulau Wangiwangi Dini Purbani; Yulius .; Muhammad Ramdhan; Taslim Arifin; H.L. Salim; Nadya Novianti
Depik Vol 3, No 2 (2014): August 2014
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.3.2.1539

Abstract

Abstract. Wakatobi Regency with its capital Wangiwangi Island has a great potential of natural resources, i.e.  sloping white sandy beach which strategically stretched out from north to south. The purpose of  this research is to identify beach type, to make a map of beach type in Wangiwangi island  and to identify potential of object tourism.  The metodology of this research is using field observation and the Geographical Information System (GIS). The field obervation was used to measure the beach’s width, length and slope.  The tools used in research are geological compass and applicable measurement equipment. The result of field obervation was used to make spasial analysis to get Map of beach characteristic. Processing of beach map characteristic using ARC GIS 9.3. The lithology of Wangiwangi island beach is limestone, its morphology is of high relief and low relief and there are three types of its characteristic, (they are); sandy beach, sandy beach with fragment coral and cliff beach. The locations of sandy beach are at waha and cemara beach. The location of Sandy beach with fragment coral are at Wapia beach, in Patuno island, in Matahora island and for cliff  beach are at Weki beach, in Kapotan island, at Buni beach and Batutobengko beach. The sandy beach and sandy beach with fragment coral are suitable for coastal tourism such as swimming, sunbathing and fishing.Keywords: Geographical Information System (GIS); beach characteristic; Wangiwangi Island; coastal tourism. Abstrak. Kabupaten Wakatobi dengan pusat pemerintahan di Pulau Wangiwangi memiliki sumberdaya alam yang sangat potensial dengan pantainya yang landai dan berpasir putih, membujur dari utara ke selatan dan posisinya sangat strategis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan jenis pantai di Pulau Wangiwangi dan memetakan kondisi pantai di Pulau Wangiwangi serta mengidentifikasikan potensi wisatanya . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi langsung dan analisis spasial. Pengamatan observasi langsung diterapkan untuk mengukur lebar pantai, panjang pantai dan berm menggunakan alat ukur meteran, sedangkan kemiringan pantai dengan kompas geologi. Hasil dari pengamatan pantai digunakan untuk membuat  analisis spasial sehingga diperoleh Peta jenis karakteristik pantai. Proses pengolahan mengunakan ARC GIS 9,3. Kondisi  pantai  Pulau Wangiwangi berdasarkan geologi (litologi penyusun)  didominasi oleh Batu Gamping Koral (Limestone), morfologi terdiri atas Relief Tinggi dan Relief Sedang sedangkan karakteristik pantai Pulau Wang-Wangi  terdiri dari  Pantai berpasir,. Pantai berpasir bercampur fragmen karang dan. Pantai bertebing karang. Lokasi Pantai Berpasir di Pantai Waha dan Pantai Cemara. Pantai Berpasir bercampur fragmen karang berada di Pantai Wapia, Pantai Patuno, Pulau Matahora, sedangkan Pantai bertebing karang tersebar di Pantai Weki, Pulau Kapotan, Bungi dan Batutobengko. Potensi wisata pantai dapat diusulkan pada jenis pantai berpasir dan pantai berpasir bercampur fragmen karang. Objek wisata antara lain berenang, berjemur dan memancing.
Karakteristik pantai Taman Nasional Wakatobi dalam mendukung potensi wisata bahari: Studi kasus Pulau Wangiwangi Dini Purbani; Yulius .; Muhammad Ramdhan; Taslim Arifin; H.L. Salim; Nadya Novianti
Depik Vol 3, No 2 (2014): August 2014
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.3.2.1539

Abstract

Abstract. Wakatobi Regency with its capital Wangiwangi Island has a great potential of natural resources, i.e. sloping white sandy beach which strategically stretched out from north to south. The purpose of this research is to identify beach type, to make a map of beach type in Wangiwangi island and to identify potential of object tourism. The metodology of this research is using field observation and the Geographical Information System (GIS). The field obervation was used to measure the beachs width, length and slope. The tools used in research are geological compass and applicable measurement equipment. The result of field obervation was used to make spasial analysis to get Map of beach characteristic. Processing of beach map characteristic using ARC GIS 9.3. The lithology of Wangiwangi island beach is limestone, its morphology is of high relief and low relief and there are three types of its characteristic, (they are); sandy beach, sandy beach with fragment coral and cliff beach. The locations of sandy beach are at waha and cemara beach. The location of Sandy beach with fragment coral are at Wapia beach, in Patuno island, in Matahora island and for cliff beach are at Weki beach, in Kapotan island, at Buni beach and Batutobengko beach. The sandy beach and sandy beach with fragment coral are suitable for coastal tourism such as swimming, sunbathing and fishing.Keywords: Geographical Information System (GIS); beach characteristic; Wangiwangi Island; coastal tourism.Abstrak. Kabupaten Wakatobi dengan pusat pemerintahan di Pulau Wangiwangi memiliki sumberdaya alam yang sangat potensial dengan pantainya yang landai dan berpasir putih, membujur dari utara ke selatan dan posisinya sangat strategis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan jenis pantai di Pulau Wangiwangi dan memetakan kondisi pantai di Pulau Wangiwangi serta mengidentifikasikan potensi wisatanya . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi langsung dan analisis spasial. Pengamatan observasi langsung diterapkan untuk mengukur lebar pantai, panjang pantai dan berm menggunakan alat ukur meteran, sedangkan kemiringan pantai dengan kompas geologi. Hasil dari pengamatan pantai digunakan untuk membuat analisis spasial sehingga diperoleh Peta jenis karakteristik pantai. Proses pengolahan mengunakan ARC GIS 9,3. Kondisi pantai Pulau Wangiwangi berdasarkan geologi (litologi penyusun) didominasi oleh Batu Gamping Koral (Limestone), morfologi terdiri atas Relief Tinggi dan Relief Sedang sedangkan karakteristik pantai Pulau Wang-Wangi terdiri dari Pantai berpasir,. Pantai berpasir bercampur fragmen karang dan. Pantai bertebing karang. Lokasi Pantai Berpasir di Pantai Waha dan Pantai Cemara. Pantai Berpasir bercampur fragmen karang berada di Pantai Wapia, Pantai Patuno, Pulau Matahora, sedangkan Pantai bertebing karang tersebar di Pantai Weki, Pulau Kapotan, Bungi dan Batutobengko. Potensi wisata pantai dapat diusulkan pada jenis pantai berpasir dan pantai berpasir bercampur fragmen karang. Objek wisata antara lain berenang, berjemur dan memancing.
The Rancang Bangun Kiln Pirolisis Tempurung Kelapa Tipe Batch dengan Mekanisme Poros Pemutar dan Sistem Ventilasi Terbatas Bintang Sipartogi Panjaitan; Vonny Setiaries Johan; Yossie Kharisma Dewi; imelda yunita; chandra gunawan; addiena s nasution; nadya novianti; arum rovarti
Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research Vol 7 No 1 (2026): Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research: Regular Issue
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jaber.2026.7.1.18509

Abstract

Pirolisis tempurung kelapa menggunakan tungku terbuka atau kiln sederhana masih menghadapi kendala berupa suplai oksigen yang tidak terkendali, suhu karbonisasi yang kurang stabil, rendemen arang yang rendah, serta proses pembongkaran produk yang kurang ergonomis. Penelitian ini bertujuan merancang dan memfabrikasi kiln pirolisis tempurung kelapa tipe batch dengan mekanisme poros pemutar dan ventilasi udara terbatas untuk mendukung proses karbonisasi yang lebih terkendali dan mudah dioperasikan. Perancangan dilakukan melalui pendekatan rekayasa yang mencakup penentuan kapasitas bahan 20 kg, volume ruang pengarangan, kebutuhan energi pemanasan awal, debit udara pembakaran parsial sebesar 0,00456 m³/s, konfigurasi lubang udara, serta sistem cerobong natural draft berdiameter 3 inci yang direduksi menjadi 1 inci. Hasil fabrikasi menghasilkan prototipe kiln berbentuk silinder vertikal berdiameter 37 cm yang dipasang pada rangka penyangga berbentuk A dengan poros horizontal, sehingga badan kiln dapat dimiringkan secara manual untuk memudahkan pengeluaran arang tanpa pintu samping. Inspeksi dimensional dan fungsional menunjukkan bahwa ruang pengarangan, ventilasi, cerobong, rangka penyangga, dan mekanisme pemutar telah terpasang sesuai rancangan. Prototipe ini menjadi dasar untuk pengujian kinerja termal, distribusi suhu, rendemen arang, dan kualitas produk pada tahap berikutnya. Rancangan ini berpotensi diterapkan pada skala UMKM sebagai kiln pirolisis yang lebih operasional, terkendali, dan mudah direplikasi.