Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH EKSTRAK AKAR TUBA (Derris elliptica Benth) TERHADAP LARVA Crocidolomia binotalis Zeller (Lepidoptera: Pyralidae) PADA TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L). Ramadani , Aldila; Pasaru, Flora; Mohammad Yunus
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 14 No 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/qnzgzc02

Abstract

Pakcoy (Brassica rapa L.) merupakan komoditas hortikultura strategis dengan tingkat konsumsi yang tinggi, namun produktivitasnya di Indonesia masih terhambat oleh hama Crocidolomia binotalis Z. Larva dari spesies ini menyerang titik tumbuh serta jaringan daun, yang secara signifikan dapat memicu kegagalan panen. Mengingat penggunaan insektisida sintetik secara masih berdampak buruk bagi ekosistem, diperlukan solusi berkelanjutan melalui pemanfaatan biopestisida. Ekstrak akar tuba (Derris elliptica) menawarkan potensi sebagai alternatif ramah lingkungan karena kandungan senyawa rotenonnya yang efektif bekerja sebagai racun kontak maupun racun perut terhadap serangga target. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak akar tuba (EAT) terhadap kepadatan populasi, intensitas serangan larva C. binotalis, serta produksi tanaman pakcoy. Penelitian dilaksanakan pada Agustus hingga Oktober 2024 di Desa Sidera, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 5 perlakuan konsentrasi EAT (0%, 1%, 2%, 3%, dan 4%) dengan 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak akar tuba (EAT) memberikan pengaruh nyata terhadap penurunan kepadatan populasi larva C. binotalis, dengan rata-rata populasi terendah sebesar 1,84 ekor/tanaman pada konsentrasi 4% di pengamatan 22 HST. Sejalan dengan hal tersebut, intensitas serangan juga mengalami penurunan signifikan pada perlakuan konsentrasi 4% dengan tingkat kerusakan terendah berkisar antara 28,9% hingga 31,93% pada akhir pengamatan. Penurunan populasi dan intensitas serangan ini berkontribusi positif terhadap peningkatan hasil panen, di mana produksi tanaman pakcoy tertinggi dicapai pada perlakuan konsentrasi 4% yaitu sebesar 33,34 ton/ha. Temuan ini mengindikasikan bahwa EAT memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu pengendalian hama terpadu.