Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Ketahanan Desa melalui Pengabdian kepada Masyarakat Terpadu Berbasis Sistem Pertahanan Semesta dan Lokalisasi SDGs di Kabupaten Garut Restu Putri Pamungkas; Khulfi Muhammad Khalwani; Firmansyah Firmansyah; Rio Akmal Syahbana; Bambang Kustiawan
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 7 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juli, 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i7.3176

Abstract

Desa-desa di Indonesia merupakan unit strategis ketahanan nasional, namun tetap rentan terhadap ancaman multidimensi yang saling terkait, mulai dari serangan siber dan disinformasi, kerapuhan ideologi, degradasi lingkungan, keterbatasan akses kesehatan, hingga lemahnya daya saing ekonomi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini menjawab persoalan tersebut di Desa Karamatwangi, Kabupaten Garut, melalui intervensi lintas disiplin yang terintegrasi, dengan kerangka Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) dan lokalisasi SDGs, serta dianalisis menggunakan teori ketahanan komunitas dari Norris dkk. (2008) sebagai kapasitas adaptif berjejaring. Dilaksanakan pada 21–22 Mei 2026 oleh 46 mahasiswa program doktoral (Angkatan 8) Universitas Pertahanan Republik Indonesia, program ini menerapkan desain partisipatif, skema kolaborasi quadruple-helix, serta metode observasi, dokumentasi, dan pengukuran pra-pasca. Lima intervensi dilakukan: (1) penguatan keamanan siber dan resiliensi kognitif melalui forum FORKOMSANDA bersama BSSN (SDG 9, 16, 17); (2) penanaman 210 bibit alpukat produktif untuk ketahanan ekologis (SDG 8, 13, 15); (3) skrining kesehatan gratis dan USG kebidanan bagi 150 warga (SDG 3); (4) workshop "Pancasila di Era Digital" untuk resiliensi ideologis (SDG 4, 16); dan (5) pelatihan manajemen bisnis berbasis AI bagi UMKM dan petani (SDG 1, 8, 9). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kesadaran siber, pemahaman kesehatan preventif, literasi ideologi-digital, dan kapasitas ekonomi-teknologi. PKM berbasis Sishankamrata terbukti efektif mengakarkan SDGs di tingkat lokal sekaligus memperkuat ketahanan nasional dari desa.
Transformasi Bioekonomi Kehutanan Berbasis Nilai-Nilai Aswaja: Model Konseptual Penguatan Ekonomi Sektor Riil di Indonesia Mahfudz Mahfudz; Khulfi Muhammad Khalwani; Muhamad Alkaf
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 11 No 3 (2026): Volume 11 Nomor 3, Agustus 2026
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v11i3.2502

Abstract

The growing complexity of non-military threats requires Indonesia to strengthen national resilience through approaches that extend beyond conventional defense institutions. In this context, forest bioeconomy, gender equality, and community-based social values have strategic relevance for enhancing non-military defense. This study aims to develop a conceptual framework integrating gender equality in forest bioeconomy based on the values of Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) promoted by Nahdlatul Ulama as a strategy to strengthen Indonesia's non-military defense. The research employed a qualitative approach using the Integrative Literature Review (ILR) method by synthesizing scientific publications, institutional theories, social capital literature, and relevant national policy documents. The findings indicate that Aswaja values function as informal institutions that provide social legitimacy for gender equality, while gender-inclusive forest bioeconomy enhances governance quality, women's participation, social capital, collective action, and community resilience. These interrelated processes contribute to strengthening national capacity in addressing non-military threats through improved food, energy, water, environmental, economic, and social resilience. The main contribution of this study is the development of an interdisciplinary conceptual framework connecting institutional theory, gender studies, forest bioeconomy, social capital, and non-military defense within the Indonesian context. This framework provides a theoretical foundation for integrating forestry development, gender mainstreaming, and national defense policies toward Indonesia Emas 2045.