Malkan Yahya Abdillah
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Habituasi Eco-theology dan Green Economy Menuju Ekonomi Indonesia yang Inklusif di Era Bisnis Digital Wulan Dayu; Malkan Yahya Abdillah; Muhammad Syukri Albani Nasution
Jurnal Investasi Islam Vol. 11 No. 2 (2026): Jurnal Investasi Islam (JII)
Publisher : FEBI IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/jii.v11i1.15973

Abstract

Perkembangan bisnis digital telah mempercepat aktivitas ekonomi di Indonesia, namun pada saat yang sama juga memperkuat pola konsumsi yang berkontribusi terhadap meningkatnya emisi karbon, pencemaran lingkungan, eksploitasi sumber daya alam, dan berbagai bentuk degradasi ekologis. Meskipun berbagai penelitian telah membahas green economy, eco-theology, maupun pembangunan berkelanjutan secara terpisah, masih terbatas kajian yang mengintegrasikan kedua konsep tersebut melalui pendekatan habituasi sosial sebagai strategi untuk mewujudkan ekonomi Indonesia yang inklusif di era bisnis digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran habituasi eco-theology dan green economy dalam membangun sistem ekonomi yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan sosial. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research melalui analisis kritis terhadap jurnal ilmiah, buku, laporan penelitian, serta data statistik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis lingkungan di Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh aktivitas industri dan eksploitasi sumber daya alam, tetapi juga oleh budaya konsumtif masyarakat yang semakin diperkuat oleh transformasi digital tanpa diimbangi kesadaran ekologis. Penelitian ini menawarkan model konseptual habituasi yang mengintegrasikan penguatan green economy, eco-theology, pemberdayaan ekonomi lokal dan UMKM berbasis digital, pembentukan budaya konsumsi berkelanjutan, penguatan edukasi lingkungan, integrasi nilai maqashid syariah, serta pengembangan industri halal inklusif sebagai strategi mewujudkan pembangunan ekonomi Indonesia yang lebih etis, ramah lingkungan, inklusif, dan berkelanjutan.