Dewi Rostyaningsih
S1 Administrasi publik K. Rembang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN PADA PUSKESMAS REMBANG 1 Samuel Erta Ginting; R. Slamet Santoso; Dewi Rostyaningsih
Journal of Management and Public Policy Vol 13, No 3: Juli 2024
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v13i3.45574

Abstract

Pelayanan kesehatan di puskesmas adalah salah satu peran penting instansi pemerintah dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Puskesmas harus meningkatkan kualitas kinerja dan mutu pelayanan untuk memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan masyarakat serta memberikan kepuasan. Sebagai fasilitas kesehatan terdekat dengan masyarakat, puskesmas adalah ujung tombak dalam menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang sehat. Di Puskesmas Rembang 1, terdapat masalah dalam pelayanan dan pengelolaan rekam medis, seperti gangguan pada aplikasi SIMPUS dan penumpukan berkas dari luar kabupaten. Beberapa indikator mutu rekam medis yang belum terpenuhi termasuk ketidaklengkapan pengisian berkas seperti Riwayat Penyakit Sekarang (RPS), Riwayat Penyakit Dahulu (RPD), dan kode diagnosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Rembang 1 dan menganalisis faktor penghambatnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih dengan quota sampling yang melibatkan 8 orang, termasuk Kepala Puskesmas, Kasubag Tata Usaha, dokter umum, perawat, dan pasien. Kualitas pelayanan diukur dengan lima dimensi dari teori Zeithaml: Tangible (kenampakan fisik), Reliability (kehandalan), Responsiveness (daya tanggap), Assurance (jaminan), dan Empathy (empati). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua dimensi (Tangible dan Reliability) belum berjalan dengan baik, dua dimensi (Responsiveness dan Assurance) berjalan cukup baik, dan satu dimensi (Empathy) berjalan dengan baik. Dari enam faktor penghambat yang dikemukakan oleh Moenir, terdapat empat faktor yang menghambat kualitas pelayanan kesehatan: sumber daya manusia, sistem, prosedur dan aturan, kemampuan, serta sarana pelayanan
STRATEGI PELAKSANAAN DANA DESA PADA BIDANG PEMBANGUNAN (STUDI DI DESA SULANG KECAMATAN SULANG KABUPATEN REMBANG) Nur’aini Lailatul Kodriyah; R. Slamet Santoso; Dewi Rostyaningsih
Journal of Management and Public Policy Vol 13, No 3: Juli 2024
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v13i3.44172

Abstract

Desa Sulang menggunakan Perbup Rembang No. 61 Tahun 2022 Tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2023. Dalam pelaksanaan Dana Desa di Desa Sulang untuk infrastruktur senilai 60% sedangkan non infrastruktur 40% yang berarti bahwa hal tersebut tidak sesuai dengan Perbup Rembang No. 61 Tahun 2022 karena seharusnya pembagian non infrastruktur 48% dan infrastruktur 52%. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi lingkungan strategi dan merumuskan Strategi Pelaksanaan Dana Desa pada Bidang Pembangunan di Desa Sulang Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang. Metode penelitian yang digunakan mix methods (kualitatif dan kuantitatif) yaitu kualitatif untuk mencari solusi untuk memecahkan masalah fenomena sosial. Sedangkan kuantitaif untuk menentukan jumlah pembobotan dan rating untuk menentukan kuadaran Analisis SWOT. Hasil dari penelitian ini memberikan strategi pelaksanaan dana desa yang dapat dilakukan oleh pemerintah Desa Sulang dengan memanfaatkan Strength dan Opportunity (SO) yang ditandai dengan posisi Kuadran 1, yaitu mendukung Strategi Agresif diantaranya sebagai berikut: 1) Meningkatkan produktivitas masyarakat untuk meningkatkan ekonomi agar tidak bergantung kepada bantuan Dana Desa; 2) Ikut serta dalam pembangunan desa yang harus dikerjakan bersama antara pemerintah desa, masyarakat umum, lembaga desa dan pihak swasta; 3) Mengembangkan dan menggali potensi desa guna untuk mendapatkan pendapatan asli desa (PAD); 4) Menambah fasilitas pelengkap di kantor desa. Dari kesimpulan tersebut terdapat saran yaitu mendorong kolaborasi antar masyarakat, bekerjasama antara meningkatkan infrastruktur, mendukung petani dalam memberikan pelatihan gratis, dan memperbarui ruang tunggu di kantor desa.
BUDAYA ORGANISASI DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN REMBANG ALVA LEVIA ANGELENE; Dyah Lituhayu; Dewi Rostyaningsih
Journal of Management and Public Policy Vol 13, No 4: Oktober 2024
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v13i4.47414

Abstract

Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rembang menunjukkan dari 9 indikator hanya terdapat 3 indikator yang sudah mencapai SKM Nasional. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis budaya organisasi di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rembang serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan budaya organisasi di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rembang. Tipe penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori Robbins & Judge (2013: 512-513; Robbins & Coulter, 2002:59) dan Luthans (dalam ojo, 2010, h.3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria budaya organisasi sudah dilaksanakan, dilihat dari inovasi dan keberanian risiko yaitu adanya kebebasan berinovasi dan mengikuti sosialisasi inovasi, perhatian terhadap detail yaitu ada pegawai yang sudah bekerja dengan teliti dan ada yang belum. Berorientasi hasil yaitu sudah mengarahkan pegawai sesuai capaian kinerja dari perbup. Berorientasi kepada manusia yaitu adanya pemberian reward dan pengembangan kompetensi yang tidak dirasakan semua pegawai. Berorientasi kepada tim saling membantu, peduli, koordinasi di setiap bidang. Agresifitas yaitu kurang kompetitifnya pegawai, pegawai bekerja dengan cepat. Aturan yaitu kurang disiplin dan kurang ramah pegawai. Faktor pendukung budaya organisasi antara lain seperti acara dan ritual organisasi, kepemimpin. Faktor penghambat budaya organisasi antara lain kepemimpinan, sumber daya manusia dan motivasi. Rekomendasi yang diberikan ialah dapat mengurangi beban kerja, memberikan hak dan kesempatan yang sama, rutin memeriksa sarana dan prasarana, kepala dinas memberikan reward dan punishment
ANALISIS KINERJA PEGAWAI DI DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN REMBANG Gilang, Al.Faruq Mustafa; R. Slamet Santoso; Dewi Rostyaningsih
Journal of Management and Public Policy Vol 13, No 3: Juli 2024
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v13i3.44363

Abstract

Kinerja pegawai merupakan suatu hasil kerja yang dicapai oleh pegawai dalam menjalankan tugas dan fungsi yang diberikan. Pada penelitian ini dilaksanakan di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pegawai di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang dan faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan menggunakan strategi kualitatif. Hasil analisis yang dilakukan peneliti menunjukan bahwa kinerja pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang belum berjalan secara optimal. Hal ini dapat dilihat dari lima gejala kinerja yaitu, kualitas kerja, kuantitas, ketepatan waktu, efektivitas, dan kemandirian. Faktor yang menjadi mendorong dalam kinerja yang dihasilkan yaitu faktor individu yang di dalamnya ada tingkat pendidikan dan tingkat keahlian. Sedangkan untuk faktor yang menjadi penghambat yaitu faktor dukungan organisasi, hal ini dikarenakan sarana dan prasarana yang diberikan kurang memadai. Saran yang dapat diberikan terkait permasalahan yang terjadi seperti, meningkatkan sistem pengawasan dan pemeriksaan yang ketat, analisis data dan evaluasi kinerja, edukasi pentingnya kedisiplinan, pengikutsertaan pegawai dalam ujicoba teknologi, menciptakan budaya organisasi yang mendorong kemandirian, menyediakan sarana dan prasarana yang layak atau dalam kondisi terbaik.
HUBUNGAN KOMPETENSI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR KECAMATAN TANJUNG KABUPATEN BREBES RIFQOH SYIFARIZQY; ari Subowo; Dewi Rostyaningsih
Journal of Management and Public Policy Vol 13, No 3: Juli 2024
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v13i3.45566

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan antara kompetensi dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai di Kantor Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi penelitian ini adalah pegawai Kantor Kecamatan Tanjung Kabupaten brebes dengan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 26 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kompetensi dan kinerja pegawai, serta antara motivasi kerja dan kinerja pegawai. Secara spesifik kinerja pegawai akan meningkat apabila kompetensi dan motivasi meningkat begitu juga sebaliknya. Namun masih terdapat banyak faktor lain yang diindikasikan dapat menjadi pengaruh kinerja pegawai