This Author published in this journals
All Journal Jurnal Lazuardi
Inge Falderika
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS GAYA BAHASA METAFORA PADA NOVEL DOMPET AYAH SEPATU IBU KARYA J.S. KHAIREN Inge Falderika; Siti Fatimah Zahara; Wina Wulandari
Jurnal Lazuardi Vol 9 No 2 (2026): Vol 9 No 2 (2026): JURNAL LAZUARDI EDISI XXI BULAN JUNI
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53441/jl.Vol9.Iss2.509

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis, makna, dan fungsi gaya bahasa metafora dalam novel Dompet Ayah Sepatu Ibu karya J.S. Khairen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Sumber data penelitian adalah novel tersebut, sedangkan data penelitian berupa kutipan-kutipan yang mengandung gaya bahasa metafora. Instrumen penelitian meliputi kategori jenis gaya bahasa metafora, fungsi, dan makna metafora. Hasil penelitian menunjukkan bahwa J.S. Khairen secara intensif menggunakan gaya bahasa metafora untuk memperkuat pesan, meningkatkan nilai estetika, dan menyampaikan makna simbolik secara tidak langsung. Jenis gaya bahasa metafora yang ditemukan meliputi Being (Keadaan), Cosmos (Kosmos), Energic (Tenaga), Substance (Substansi), Terrestrial (Permukaan Bumi), Object (Benda), Living (Kehidupan), Animate (Hewan), Human (Manusia). Fungsi gaya bahasa metafora dalam novel meliputi makna konotatif, afektif, dan reflektif. Sementara itu, makna yang terkandung dalam metafora berfungsi untuk memperkuat daya ekspresif dan estetika bahasa, mempermudah pemahaman konsep abstrak, menyampaikan makna simbolik, membangkitkan emosi pembaca, membangun imajinasi dan visualisasi, memperkuat identitas pengarang, serta menyampaikan kritik atau sindiran secara tidak langsung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gaya bahasa metafora dalam novel tersebut tidak hanya berfungsi sebagai hiasan sastra, tetapi juga menjadi sarana penting dalam membangun makna, emosi, dan kedalaman cerita.