Linawati Linawati
Fakuktas Ilmu Hukum Universitas Dr.Soetomo Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELINDUNGAN HAK CIPTA KARYA ILMIAH BERBASIS KECERDASAN BUATAN DI INDONESIA Linawati Linawati; Sri Astutik; Ernu Widodo; Subekti Subekti; Nur Handayati
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11765

Abstract

The rapid development of artificial intelligence (AI) has brought significant changes to the academic world, particularly in the process of writing scientific papers. AI is now being used for literature searches, data analysis, outlining, and automated text generation. This utilization presents new legal issues related to the copyright status of AI-based scientific works. This study aims to analyze the legal status of AI-generated scientific works under Indonesian copyright law and the forms of legal protection that can be provided. The research method used is normative law with a statutory and conceptual approach. The results show that based on Law Number 28 of 2014 concerning Copyright, AI cannot be considered a creator because it is not a legal subject with will and the capacity for legal responsibility. Copyright protection can only be granted if humans hold primary control and make a dominant intellectual contribution, thus positioning AI as a limited academic tool. The use of AI without clear attribution has the potential to violate the moral rights of creators and harm scientific ethics. Therefore, it is necessary to strengthen adaptive national regulations and develop academic guidelines in higher education to ensure legal certainty, transparency, and academic integrity. ABSTRAK Pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membawa perubahan signifikan dalam dunia akademik, khususnya proses penyusunan karya ilmiah. AI kini dimanfaatkan untuk penelusuran literatur, analisis data, pembuatan kerangka, hingga penyusunan teks otomatis. Pemanfaatan ini menghadirkan persoalan hukum baru terkait status hak cipta karya ilmiah berbasis AI. Penelitian ini bertujuan menganalisis status hukum karya ilmiah yang dihasilkan AI berdasarkan hukum hak cipta Indonesia serta bentuk perlindungan hukum yang dapat diberikan. Metode penelitian yang digunakan adalah hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, AI tidak dapat berkedudukan sebagai pencipta karena bukan subjek hukum yang memiliki kehendak serta kapasitas tanggung jawab yuridis. Perlindungan hak cipta hanya dapat diberikan apabila manusia memegang kendali utama dan memberikan kontribusi intelektual yang dominan, sehingga AI diposisikan sebatas alat bantu akademik. Pemanfaatan AI tanpa atribusi yang jelas berpotensi melanggar hak moral pencipta serta mencederai etika keilmuan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi nasional yang adaptif serta penyusunan pedoman akademik di perguruan tinggi untuk menjamin kepastian hukum, transparansi, dan integritas akademik.    
TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN PERKARA KEKERASAN SEKSUAL ANAK DI PENGADILAN NEGERI DAN UPTD BANYUMAS Linawati Linawati; Sri Astutik; Ernu Widodo; Subekti Subekti; Nur Handayati
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.12762

Abstract

Sexual violence against children continues to escalate, creating complex legal ambivalence when children occupy dual positions as both victims and perpetrators in society. The urgency of this research stems from the lack of comprehensive studies simultaneously integrating judicial decisions with institutional field assistance mechanisms. This study aims to analyze the juridical basis of judges' legal considerations and models of child protection and recovery in Banyumas. An empirical juridical method was applied through semi-structured interviews with judges, counselors, and an analysis of criminal court verdicts. The results prove that judicial considerations regarding child victims prioritize restitution and a one-third enhancement of the principal penalty pursuant to sexual violence legislation. Conversely, sanctions for child offenders emphasize restorative justice through a maximum punishment of half the adult penalty, oriented toward character building under the juvenile justice system. The Regional Technical Implementation Unit for the Protection of Women and Children plays a central role in psychological trauma recovery, comprehensive legal protection, and social reintegration. In conclusion, harmonizing proportional judicial decisions and integrated institutional rehabilitation is crucial to realizing substantive justice, legal utility, and certainty for children's developmental future. ABSTRAK Kekerasan seksual terhadap anak terus meningkat, memunculkan ambivalensi hukum kompleks ketika anak berposisi ganda sebagai korban sekaligus pelaku di masyarakat. Urgensi penelitian ini didasari minimnya kajian komprehensif yang mengintegrasikan putusan peradilan dengan mekanisme pendampingan lapangan institusional secara simultan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dasar pertimbangan yuridis hakim serta model perlindungan dan pemulihan anak di Banyumas. Metode yuridis empiris diterapkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap hakim, konselor, serta telaah putusan perkara pidana. Hasil penelitian membuktikan pertimbangan hakim pada anak korban memprioritaskan restitusi dan penambahan sepertiga hukuman pokok sesuai regulasi tindak kekerasan seksual. Sebaliknya, penjatuhan sanksi anak pelaku mengedepankan keadilan restoratif melalui pemidanaan maksimal setengah vonis dewasa berorientasi pembinaan karakter berbasis peradilan anak. Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak memegang fungsi sentral pemulihan trauma psikologis, perlindungan hukum komprehensif, serta reintegrasi sosial. Disimpulkan bahwa harmonisasi putusan yuridis proporsional dan rehabilitasi kelembagaan terpadu krusial guna mewujudkan keadilan substantif, kemanfaatan, serta kepastian hukum bagi tumbuh kembang masa depan anak demi menjamin terpenuhinya hak asasi manusia generasi muda secara utuh berlandaskan keadilan hukum di wilayah Indonesia.