Research on Qur'anic instruction for adult learners remains scarce compared to studies focusing on children, despite a growing demand for methods aligned with the distinctive characteristics of adult learning. This study aimed to describe the implementation of the Ummi method in Qur'anic learning for adult participants, identify its strengths and positive impacts, and reveal the obstacles encountered along with the measures taken to address them. A qualitative case study was conducted at TPQ/Majelis Nurul Jannah in Sulingi Village. Data were collected from eight adult learners and two teachers selected through purposive sampling, using in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. Analysis followed the Miles and Huberman model, with source and method triangulation ensuring data credibility. Findings indicate that the Ummi method was implemented in a structured sequence: opening supplication, memorization of short Qur'anic chapters, individual recitation review (setoran), and periodic jilid-promotion assessments. Viewed through andragogical theory, the method proved compatible with adult learning characteristics through ability-based grouping, a participatory atmosphere, and direct, repetitive, and compassionate instructional strategies. Positive outcomes included improved tartil recitation, a clearer learning progression, and heightened motivation and discipline. Key obstacles comprised uneven baseline abilities, limited meeting time, and a shortage of certified Ummi teachers. These findings enrich scholarship on Qur'anic pedagogy for adult learners and offer practical guidance for non-formal Islamic educational institutions. ABSTRAK Kajian tentang pembelajaran Al-Qur'an bagi peserta didik dewasa masih sangat terbatas dibandingkan dengan kajian pada anak-anak, padahal kebutuhan terhadap metode yang selaras dengan karakteristik belajar orang dewasa terus berkembang. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi metode Ummi dalam pembelajaran Al-Qur'an bagi peserta didik dewasa, mengidentifikasi kelebihan dan dampak positifnya, serta mengungkap kendala beserta upaya mengatasinya. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus diterapkan di TPQ/Majelis Nurul Jannah, Desa Sulingi. Data dihimpun dari delapan peserta didik dewasa dan dua pengajar yang dipilih melalui purposive sampling, menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Analisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber dan teknik sebagai penjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode Ummi berlangsung dalam urutan yang tertata: doa pembuka, hafalan surat pendek, setoran bacaan perorangan, dan ujian kenaikan jilid berkala. Ditinjau melalui teori andragogi, metode ini terbukti kompatibel dengan karakteristik belajar orang dewasa berkat pengelompokan berdasarkan kemampuan, suasana partisipatif, serta strategi langsung, berulang, dan penuh kasih sayang. Dampak positif yang ditemukan meliputi peningkatan tartil, kejelasan jenjang belajar, serta naiknya motivasi dan kedisiplinan peserta. Kendala utama mencakup kesenjangan kemampuan awal, keterbatasan waktu pertemuan, dan minimnya pengajar bersertifikat Ummi. Temuan ini memperkaya khazanah kajian pedagogi Al-Qur'an untuk kalangan dewasa dan menawarkan implikasi praktis bagi lembaga pendidikan Islam nonformal.