Low counting ability remains a common challenge among slow learner students due to limitations in processing information and understanding abstract mathematical concepts. This condition requires learning approaches that provide concrete learning experiences by engaging multiple senses. This study aimed to improve the counting ability of slow learner students through the implementation of Visual, Auditory, Kinesthetic, and Tactile (VAKT)-based multisensory learning. The study employed Classroom Action Research (CAR) conducted in three cycles. The participants were two sixth-grade students at SDN 013 Bengalon identified as slow learners, namely JO and MK. Data were collected through classroom observations, counting ability tests administered at the end of each cycle, and documentation. Data were analyzed using descriptive qualitative and quantitative techniques by comparing students' progress across the three cycles. The pre-action results indicated low counting ability, with JO scoring 30% and MK scoring 40%. Following the implementation of VAKT-based multisensory learning, the students' counting ability improved progressively. In Cycle I, JO's score increased to 64% and MK's to 76%; in Cycle II, the scores improved to 80% and 86%; and in Cycle III, they reached 90% and 96%, respectively. The findings indicate that VAKT-based multisensory learning improved the counting ability of slow learner students and enabled them to exceed the school's Minimum Learning Mastery Criteria (KKTP). ABSTRAK Rendahnya kemampuan menghitung masih menjadi salah satu permasalahan yang sering dialami siswa slow learner karena keterbatasan dalam memproses informasi dan memahami konsep matematika yang bersifat abstrak. Kondisi tersebut memerlukan pembelajaran yang memberikan pengalaman belajar konkret melalui keterlibatan berbagai indera. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menghitung siswa slow learner melalui penerapan pembelajaran multisensori berbasis Visual, Auditori, Kinestetik, dan Taktil (VAKT). Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian terdiri atas dua siswa kelas VI SDN 013 Bengalon yang terindikasi sebagai slow learner, yaitu JO dan MK. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas pembelajaran, tes kemampuan menghitung pada setiap akhir siklus, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan membandingkan perkembangan hasil belajar pada setiap siklus. Hasil pra tindakan menunjukkan kemampuan menghitung kedua subjek masih rendah, yaitu JO memperoleh skor 30% dan MK 40%. Setelah penerapan pembelajaran multisensori berbasis VAKT, kemampuan menghitung meningkat secara bertahap. Pada Siklus I skor JO meningkat menjadi 64% dan MK menjadi 76%, pada Siklus II menjadi 80% dan 86%, serta pada Siklus III mencapai 90% dan 96%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran multisensori berbasis VAKT dapat meningkatkan kemampuan menghitung siswa slow learner hingga melampaui Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP).