Winda Irawati Zebua
Universitas Sari Mutiara Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Budidaya Jamur Tiram Putih Ramah Lingkungan Dengan Serbuk Kayu di SMA Negeri 12 Medan: Socialization of Eco-Friendly White Oyster Mushroom Cultivation Using Sawdust at Public High School 12 Medan Winda Irawati Zebua; Marti Silfia; Maniur Arianto Siahaan; Stephani Zebua; Slive Rince Dachi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Sosialisasi budidaya jamur tiram putih dengan metode ramah lingkungan merupakan langkah penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya siswa, terhadap praktik berkelanjutan. Kegiatan ini dilakukan di SMA Negeri 12 Medan dengan tujuan memperkenalkan teknik budidaya jamur tiram putih menggunakan media serbuk kayu sebagai alternatif limbah organik yang dapat dimanfaatkan kembali. Serbuk kayu dipilih karena ketersediaannya yang melimpah dan kemampuannya dalam mendukung pertumbuhan miselium jamur secara optimal. Metode sosialisasi melibatkan penyampaian materi, demonstrasi langsung, serta praktik budidaya. Siswa diberikan pemahaman tentang proses sterilisasi media, inokulasi bibit jamur, hingga perawatan dan panen. Selain itu, aspek keberlanjutan juga ditekankan, seperti pemanfaatan limbah serbuk kayu dan dampaknya terhadap lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan minat siswa terhadap budidaya jamur tiram putih. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan siswa mampu menerapkan teknik budidaya yang telah dipelajari dan mengembangkannya sebagai peluang usaha berbasis lingkungan. Program ini juga berkontribusi dalam mengurangi limbah kayu serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya praktik pertanian ramah lingkungan.   Abstract: The socialization of white oyster mushroom cultivation using environmentally friendly methods is an important step in increasing public awareness, especially students, towards sustainable practices. This activity was conducted at SMA Negeri 12 Medan with the aim of introducing white oyster mushroom cultivation techniques using sawdust media as an alternative to organic waste that can be reused. Wood powder was chosen due to its abundant availability and its ability to optimally support the growth of mushroom mycelium. The socialization method involved material delivery, hands-on demonstration, and cultivation practices. Students were given an understanding of the media sterilization process, inoculation of mushroom spawn, to maintenance and harvesting. In addition, sustainability aspects were also emphasized, such as the utilization of sawdust waste and its impact on the environment. The results of the activity showed an increase in students' understanding and interest in white oyster mushroom cultivation. With this socialization, it is hoped that students will be able to apply the cultivation techniques they have learned and develop them as environmentally-based business opportunities. This program also contributes to reducing wood waste and increasing awareness of the importance of environmentally friendly agricultural practices.
SOSIALISASI ILMIAH PEMANFAATAN JAMUR PITERA SEBAGAI SOLUSI KULIT SEHAT PADA SISWA-SISWI KELAS XII MAS PAB 1 SAMPALI Winda Irawati Zebua; Apriska Dewi Sipayung; Maniur Arianto Siahan; Estriangni Julita Halawa; Anggita Anggriani
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paparan sinar matahari yang tinggi dan tingkat kelembapan di wilayah tropis seperti Indonesia dapat memicu berbagai permasalahan kulit pada remaja, seperti jerawat dan ketidakseimbangan kelembapan kulit. Di sisi lain, literasi perawatan kulit (skincare literacy) siswa-siswi masih terbatas sehingga mereka cenderung bergantung pada produk perawatan kulit berbahan kimia sintetis komersial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ilmiah dan keterampilan praktis siswa-siswi Kelas XII MAS PAB 1 Sampali mengenai pemanfaatan hasil fermentasi air beras yang disebut Pitera sebagai alternatif perawatan kulit yang ekonomis. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi ilmiah interaktif, demonstrasi pembuatan produk berupa masker dari endapan Pitera dan toner air beras, serta uji coba mandiri (self-experimenter) yang dilaksanakan pada 25–26 September 2026. Evaluasi pengetahuan dan minat peserta dilakukan melalui kuesioner pre-test dan post-test serta observasi langsung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa dari 15% menjadi 90% terkait konsep Pitera dan manfaatnya bagi kulit. Selain itu, keterampilan teknis siswa dalam mengolah endapan air beras mencapai 92%, sedangkan 85% peserta berminat memanfaatkan air beras sebagai produk perawatan kulit alami secara mandiri. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat mendorong kemandirian remaja dalam merawat kulit melalui pemanfaatan bahan sederhana, sekaligus mengoptimalkan potensi limbah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat.