Abstrak: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya dasar dalam pencegahan penyakit serta pembentukan kebiasaan hidup sehat sejak usia dini. Anak-anak sebagai kelompok usia rentan memerlukan edukasi kesehatan dengan pendekatan yang sesuai agar nilai-nilai PHBS dapat dipahami dan diterapkan secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak di Desa Sugihan mengenai PHBS melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan. Metode yang digunakan adalah edukasi interaktif berbasis play-based learning, gamifikasi, serta kompetisi kreatif berupa lomba puisi dan mewarnai. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan meliputi penyampaian materi PHBS, demonstrasi cuci tangan pakai sabun, permainan edukatif, serta kompetisi yang melibatkan anak-anak usia sekolah dasar hingga menengah pertama. Media visual berupa poster digunakan untuk mendukung pemahaman peserta. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test melalui kuesioner sederhana yang diisi oleh peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan anak mengenai PHBS setelah edukasi. Antusiasme dan partisipasi aktif peserta menunjukkan bahwa pendekatan kreatif dan kontekstual efektif dalam menanamkan nilai-nilai PHBS. Kegiatan ini diharapkan menjadi model edukasi kesehatan yang aplikatif dan berkelanjutan di lingkungan pedesaan. Abstract: Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a fundamental effort in disease prevention and the development of healthy habits from an early age. Children, as a vulnerable population group, require health education approaches that are appropriate to their developmental stage to ensure that PHBS values are well understood and sustainably practiced. This community service activity aimed to improve the knowledge and awareness of children in Sugihan Village regarding PHBS through enjoyable and participatory educational approaches. The methods employed included interactive education based on play-based learning, gamification, and creative competitions in the form of poetry recitation and coloring contests. The activity was conducted in three stages: preparation, implementation, and evaluation. The implementation stage consisted of PHBS education sessions, handwashing with soap demonstrations, educational games, and creative competitions involving elementary to junior high school students. Visual media such as posters were used to support participants’ understanding of the material. The evaluation was carried out using a pre-test and post-test design through simple questionnaires administered before and after the educational activities. The results showed an increase in the average level of children’s knowledge regarding PHBS after the intervention. High levels of enthusiasm and active participation among participants indicate that creative and contextual approaches are effective in instilling PHBS values. This activity is expected to serve as an applicable and sustainable health education model in rural settings.