Taufiq Hidayat Samsu
Pendidikan Geografi, Universitas Negeri Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efek Integratif Pembelajaran Inovatif (Experiential Learning, Inquiry-Based Learning, Project-Based Learning) Terhadap Pengembangan Literasi Sains Dan Sikap Peduli Lingkungan Siswa Erman Syarif; Taufiq Hidayat Samsu
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 10 No. 1 (2026): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v10i1.20888

Abstract

ABSTRAK Model pembelajaran inovatif seperti Experiental Learning Inquiry-Based Learning, dan Project-Based Learning di pandang relevan untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21. Ketiga model ini lebih berfokus pada keterlibatan aktif peserta didik, pengalamn belajar yang autentik serta kontekstual. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan AMOS, melibatkan 150 responden yang dipilih secara proporsional. Uji normalitas multivariat menunjukkan data berdistribusi normal (CR = –1,238), sedangkan hasil goodness of fit mengonfirmasi kelayakan model (p = 0,124; CMIN/DF = 1,198; GFI = 0,928; CFI = 0,922; RMSEA = 0,036). Hasil pengujian hipotesis menunjukkan Experiential Learning (β = 0,033; p = 0,021), Inquiry Based Learning (β = 0,835; p < 0,001), dan Project Based Learning (β = 0,264; p < 0,001) berpengaruh signifikan terhadap literasi digital. Ketiga model juga berpengaruh terhadap sikap peduli lingkungan (β = 0,379; β = 0,972; β = 0,577; p < 0,001). Literasi digital terbukti menjadi prediktor kuat bagi sikap peduli lingkungan (β = 0,903; p < 0,001). Temuan ini menegaskan relevansi pendekatan konstruktivis yang mendorong pembelajaran aktif, kolaboratif, dan reflektif untuk memperkuat literasi digital sekaligus membentuk perilaku pro-lingkungan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan abad ke-21.