ABSTRAK Model pembelajaran inovatif seperti Experiental Learning Inquiry-Based Learning, dan Project-Based Learning di pandang relevan untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21. Ketiga model ini lebih berfokus pada keterlibatan aktif peserta didik, pengalamn belajar yang autentik serta kontekstual. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan AMOS, melibatkan 150 responden yang dipilih secara proporsional. Uji normalitas multivariat menunjukkan data berdistribusi normal (CR = –1,238), sedangkan hasil goodness of fit mengonfirmasi kelayakan model (p = 0,124; CMIN/DF = 1,198; GFI = 0,928; CFI = 0,922; RMSEA = 0,036). Hasil pengujian hipotesis menunjukkan Experiential Learning (β = 0,033; p = 0,021), Inquiry Based Learning (β = 0,835; p < 0,001), dan Project Based Learning (β = 0,264; p < 0,001) berpengaruh signifikan terhadap literasi digital. Ketiga model juga berpengaruh terhadap sikap peduli lingkungan (β = 0,379; β = 0,972; β = 0,577; p < 0,001). Literasi digital terbukti menjadi prediktor kuat bagi sikap peduli lingkungan (β = 0,903; p < 0,001). Temuan ini menegaskan relevansi pendekatan konstruktivis yang mendorong pembelajaran aktif, kolaboratif, dan reflektif untuk memperkuat literasi digital sekaligus membentuk perilaku pro-lingkungan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan abad ke-21.
Copyrights © 2026