UMKM peternak sapi perah di Desa Kotes memiliki potensi ekonomi melalui produksi susu. Pemanfaatan hasil ternak sapi masih terbatas pada penjualan susu mentah dengan nilai ekonomi yang masih rendah dan memiliki ketergantungan pada pengepul. Permasalahan utama yang dihadapi oleh UMKM peternak sapi di Desa Kotes meliputi keterbatasan kemampuan dalam pengolahan produk hasil susu, belum adanya identitas merek produk, serta belum optimalnya sistem pemasaran digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan UMKM peternak sapi melalui inovasi produk susu pasteurisasi dan implementasi sistem promosi digital guna meningkatkan nilai ekonomi dan daya saing usaha produk olahan susu. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara, pelatihan pengolahan susu pasteurisasi, pendampingan branding dan pengemasan, serta penerapan sistem pemasaran digital melalui media sosial dan WhatsApp Business. Hasil kegiatan pendampingan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa satu liter susu yang sebelumnya dijual Rp. 12.000 dapat diolah menjadi empat cup produk bernilai Rp. 48.000 dengan potensi keuntungan bersih Rp. 18.000 per liter. Mitra UMKM peternak sapi di Desa Kotes juga berhasil membangun identitas merek sederhana pada produk olahan susu yang dihasilkan dan mulai memanfaatkan kanal digital untuk promosi serta sistem pre-order penjualan produk tersebut. Program pendampingan ini menunjukkan bahwa inovasi produk dan digitalisasi system pemasaran mampu meningkatkan nilai tambah dan membangun fondasi sistem usaha yang lebih berkelanjutan.