Abstract : This study aims to determine the application of cognitive restructuring techniques in reducing maladaptive smoking behavior in 9th grade students of SMP Negeri 2 Tegalsari. Using a qualitative approach, this study explores students' experiences and perceptions in undergoing cognitive restructuring techniques. Data were collected through in-depth interviews and participant observation of students involved in the intervention. The results showed that cognitive restructuring was effective in changing maladaptive thinking patterns related to smoking. Then the challenge in implementing this cognitive restructuring technique was from time constraints. The results also showed changes in student behavior after the intervention, one student managed to reduce the frequency of smoking significantly, while the other only experienced a slight decrease. Increased ability to cope with stress, students reported an increase in their ability to manage stress and negative emotions without relying on cigarettes. Students who received the intervention showed increased confidence in their ability to quit smoking and overcome the temptation to smoke. Changes in mindset, students showed changes in their mindset about smoking. Students began to recognize the negative impact of smoking on their health and well-being, and developed more positive beliefs about their ability to live without cigarettes. Increased resistance to peer pressure, students who received the intervention reported an increase in their ability to resist peer pressure to smoke. This study contributes to a deeper understanding of the application of cognitive restructuring techniques as an intervention to reduce smoking behavior in adolescents. Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan teknik restrukturisasi kognitif dalam mengurangi perilaku maladaptif merokok pada siswa kelas 9 SMP Negeri 2 Tegalsari. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggali pengalaman dan persepsi siswa dalam menjalani teknik restrukturisasi kognitif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan terhadap siswa yang terlibat dalam intervensi. Hasil penelitian menunjukkan Restrukturisasi kognitif efektif dalam mengubah pola pikir yang tidak adaptif terkait merokok,lalu tantangan dalam penerapan teknik retstrukkturisasi kognitif ini adalah dari keterbatasan waktu, dan hasil penelitian juga menunjukkan adanya perubahan perilaku siswa setelah intervensi, , salah satu siswa berhasil mengurangi frekuensi merokok secara signifikan, sementara yang lain hanya mengalami penurunan yang sedikit. Peningkatan kemampuan mengatasi stres, siswa melaporkan peningkatan kemampuan mereka dalam mengelola stres dan emosi negatif tanpa bergantung pada rokok. Siswa yang mendapat intervensi menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam kemampuannya untuk berhenti merokok dan mengatasi godaan untuk merokok. Perubahan pola pikir, Siswa menunjukkan perubahan dalam pola pikir tentang merokok. Siswa mulai menyadari dampak negatif merokok terhadap kesehatan dan kesejahteraannya, dan mengembangkan keyakinan yang lebih positif tentang kemampuannya untuk hidup tanpa rokok. Meningkatnya penolakan terhadap tekanan teman sebaya, siswa yang mendapatkan intervensi melaporkan peningkatan kemampuannya untuk menolak tekanan dari teman sebaya untuk merokok. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang penerapan teknik restrukturisasi kognitif sebagai intervensi untuk mengurangi perilaku merokok pada remaja, serta implikasinya bagi pengembangan program pencegahan merokok di sekolah.