Syukur Berkat Waruwu
Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia. Medan Sumatera Utara, Medan, Sumatera Utara, 20123

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FORTIFIKASI DAUN KELOR DAN TEPUNG KACANG HIJAU DALAM KUKIS SEBAGAI PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN UNTUK BALITA DALAM MENDUKUNG GERAKAN CEGAH STUNTING DI KELURAHAN TUALANG, KECAMATAN PERBAUNGAN Ahmad Fadli; Vivi Asfianti; Denny Satria; Syukur Berkat Waruwu
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i2.6501

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang dapat menghambat pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan keluarga mengenai pemenuhan gizi balita sekaligus memperkenalkan kukis fortifikasi daun kelor dan tepung kacang hijau sebagai alternatif pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal. Kegiatan menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan edukatif-partisipatif dan melibatkan 25 peserta dari keluarga yang memiliki balita stunting di Kelurahan Tualang, Kecamatan Perbaungan. Program dilaksanakan melalui edukasi gizi, pelatihan pengolahan pangan fungsional, pengembangan MoriBean Cookies, pemberian kukis secara rutin, pengukuran antropometri, serta pemantauan berkala setiap dua minggu selama dua bulan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa produk kukis berbahan daun kelor dan kacang hijau berhasil dikembangkan dan seluruh rangkaian edukasi, pemberian makanan tambahan, serta pemantauan dapat dilaksanakan dengan keterlibatan aktif peserta dan kader. Program ini memperluas pemahaman masyarakat tentang pemanfaatan pangan lokal untuk mendukung pencegahan stunting. Evaluasi lanjutan menggunakan data antropometri lengkap diperlukan untuk menilai perubahan status gizi balita secara lebih terukur.