Berdasarkan hasil analisis kebutuhan terhadap 10 siswa kelas X MA Sunan Giri Gondang, diketahui bahwa 80% siswa tidak memiliki kesempatan berlatih berbicara bahasa Inggris secara rutin di luar kelas, 90% tidak memiliki lawan bicara untuk berlatih, dan hanya 10% yang mengetahui bahwa Generative Artificial Intelligence (Generative AI) dapat dimanfaatkan sebagai virtual conversation partner. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kendala utama yang dihadapi siswa bukan hanya terbatasnya kesempatan berlatih berbicara, tetapi juga kurangnya pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi AI sebagai media belajar mandiri. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan Generative AI, khususnya ChatGPT dan Gemini, sebagai virtual conversation partner untuk latihan berbicara bahasa Inggris. Sasaran kegiatan adalah 10 siswa kelas X MA Sunan Giri Gondang. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan melalui angket awal, penyampaian materi, demonstrasi, praktik penggunaan ChatGPT dan Gemini, pendampingan, refleksi, serta evaluasi menggunakan angket akhir. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa persentase peserta yang memahami fungsi Generative AI sebagai virtual conversation partner meningkat dari 10% menjadi 100%, kemampuan menggunakan Generative AI untuk latihan berbicara meningkat dari 30% menjadi 90%, dan minat memanfaatkan Generative AI sebagai media belajar mandiri meningkat dari 90% menjadi 100%. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kesiapan peserta dalam memanfaatkan Generative AI sebagai pendamping latihan berbicara bahasa Inggris, serta berpotensi mendukung pembelajaran yang lebih mandiri dan berkelanjutan melalui pengembangan learner autonomy.