p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agritechno
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI MUTU MIE BASAH IKAN TUNA (Thunnus albacares ) DENGAN SUBTITUSI TEPUNG PORANG (Amorphophallus muelleri Blume) SEBAGAI DIVERSIFIKASI PRODUK PANGAN LOKAL ravika mutiara; Suhartin Dewi Astuti
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 17, Nomor 1, April 2024
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70124/at.v17i1.1331

Abstract

Mie basah merupakan produk olahan pangan yang berbahan dasar tepung terigu yang banyak dikomsumsi oleh masyarakat Indonesia dan dijadikan sebagai salah satu alternatif pangan. Mie ikan tuna dengan subtitusi tepung porang merupakan sebuah langkah usaha diversifikasi produk pangan dengan memanfaatkan produk pangan lokal yang bertujuan untuk menambah nilai fungsional dan nilai mutu terkait gizi maupun nutrisi dari mie basah ikan tuna. Tepung porang banyak mengandung pati dan karbohidrat sehingga dapat digunakan sebagai subtitusi tepung terigu dalam pembuatan mie basah ikan tuna. Sementara itu ikan tuna banyak mengandung protein dan asam lemak omega-3 yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung porang dan ikan patin terhadap mutu mie basah dan untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap formulasi mie basah ikan tuna subtitusi tepung porang. Perlakuan yang digunakan sebagai kontrol adalah perbandingan tepung terigu dan tepung tapioka ( 200gr; 50gr) yang kemudian disebut Perlakuan Kontrol (Pk) dan sebagai pembanding evaluasi mutu adalah kombinasi antara tepung porang, tepung terigu dan ikan tuna dengan perbandingan P1: 70gr : 150gr : 30gr (tepung terigu: tepung porang :ikan tuna), P2: 120gr : 100gr: 30gr (tepung terigu: tepung porang :ikan tuna), P3 : 170gr : 50gr : 30gr (tepung terigu: tepung porang :ikan tuna). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan P2 lebih disukai panelis untuk parameter tekstur,aroma, warna dan rasa. Produk P2 ini menghasilkan rata-rata kadar air 42,94%, Kadar Abu 8,32%,Protein Kasar 7,46%, lemak kasar 1,29%, karbohidrat 40,21%. Produk tersebut memiliki karakteristik cooking time 1,19 menit, cooking loss 2,67%, , water absorption 200%
Analisis Perbandingan Nilai Gizi Nugget Ikan Tuna Fortifikasi Wortel dan Jagung: Comparative Nutritional Analysis of Tuna Nuggets Fortified with Carrot (Daucus carota) and Corn (Zea mays) ravika mutiara; Putri Welhelmina; Ida Suryani; Sri hajriani; Nurul Muchlizah Z; Mariani H. Mansur; Marliana S
Jurnal Agritechno Vol. 19 No. 1 (2026): Jurnal Agritechno
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70124/at.v19i1.1806

Abstract

Nuggets are generally made from chicken meat. However, with technological advancements, various processed variants such as beef and fish have been developed. Tuna fish is a type of fish that can be utilized as the raw material for nugget production. Nevertheless, efforts are required to enhance its nutritional value through the addition of corn or carrots. This study aims to analyze the comparison of nutritional values in tuna nuggets using three treatments: A (350 g tuna without fortification), B (350 g tuna + 250 g corn), and C (350 g tuna + 250 g carrots). This research employs quantitative data based on a positivistic approach (concrete data). Proximate analysis was conducted to compare tuna nuggets fortified with corn and those fortified with carrots. Results indicate that the highest moisture content was found in treatment C (57.76%). The highest protein content was observed in treatment A (31.66%), and the highest fat content was also in treatment A (4.22%). Overall, fortification with carrots and corn improves the functional nutritional profile, despite reducing protein and fat levels, resulting in nuggets with lower fat and higher moisture. The product complies with SNI 01-6688-2001 standards and is recommended for diversification of fish-based food products.