Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STUDI EKOLOGI PREDATOR PADA ALAS PERKANDANGAN ITIK PELARI: INVENTARISASI, POLA AKTIVITAS, DAN PEMETAAN RESIKO UNTUK PENGUATAN BIOSEKURITI Emil, Muhammad Farhan Putra; Damela, Putri; Sartika, Dewi; Rahman, Rizki Ambia; Sidiq, Almisan
Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan Vol. 13 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK XIII 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/mn2vh344

Abstract

Keberadaan predator merupakan faktor lingkungan yang berpengaruh besar terhadap keberhasilan usaha peternakan unggas, sehingga inventarisasi, analisis pola aktivitas, dan pemetaan risiko menjadi komponen penting dalam penguatan biosekuriti. Penelitian ini dilakukan pada November 2025 di kandang percobaan itik pelari (Anas platyrhynchos domesticus) milik Universitas Teuku Umar menggunakan pendekatan survei lapangan melalui pemasangan live trap dan wawancara pengelola. Inventarisasi menunjukkan bahwa hanya dua spesies predator yang berhasil terperangkap, yaitu Rattus argentiventer dan Varanus salvator, dengan total lima kali kemunculan, sementara 51 trap lain tetap memperlihatkan tanda interaksi, mengindikasikan intensitas pergerakan predator yang tinggi di sekitar kandang. Analisis pola aktivitas memperlihatkan bahwa R. argentiventer lebih aktif secara nokturnal dan terdeteksi pada pengamatan pagi hari, sedangkan V. salvator menunjukkan kecenderungan diurnal dengan kemunculan pada sore hari, sehingga potensi gangguan terjadi sepanjang rentang waktu harian. Pemetaan risiko menunjukkan bahwa predator memasuki area kandang dari tiga arah utama, yaitu utara (40%), timur (40%), dan barat (20%), yang terkait erat dengan keberadaan kanal drainase, area persawahan, kebun percobaan, dan bangunan perkuliahan sebagai koridor pergerakan satwa liar. Informasi tambahan dari pengelola mengonfirmasi adanya predator harian (tikus dan biawak) serta musiman (ular), yang meningkatkan risiko kerusakan kandang, stres ternak, dan mortalitas anakan itik. Secara keseluruhan, kombinasi hasil inventarisasi, pola aktivitas, dan pemetaan risiko ini memberikan dasar ilmiah yang kuat untuk merancang strategi biosekuriti berbasis ekologi yang lebih efektif dalam meminimalkan risiko predasi pada peternakan itik pelari. Kata kunci: Biosekuriti, ekologi, itik pelari, peternakan unggas, predator alas kandang