Proses pemupukan pada Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Kelompok Tani Desa Tukinggedong masih dilakukan secara manual dengan menaburkan pupuk menggunakan tangan dalam posisi membungkuk, sehingga kurang nyaman dan membutuhkan tenaga lebih besar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan alat penabur pupuk sebagai teknologi tepat guna untuk mendukung kenyamanan pemupukan petani. Metode meliputi identifikasi kebutuhan, pembuatan alat, sosialisasi, penyerahan alat, serta uji coba dan pendampingan di lahan, dilengkapi evaluasi kenyamanan berbasis kuesioner skala Likert 1-5 dan Nordic Body Map sederhana yang diisi 20 petani sebelum dan sesudah penggunaan alat. Sebanyak 8 unit alat didistribusikan, terdiri atas 5 unit untuk Kelompok Tani Krida Mas Tani dan 3 unit untuk KWT Tunggal Rasa. Penggunaan alat memungkinkan pemupukan sambil berdiri, dengan skor kenyamanan meningkat dari 2,0 menjadi 4,6 pada skala 1-5, serta keluhan pinggang dan punggung menurun dari 60% menjadi 0%. Sebaran pupuk tampak lebih merata berdasarkan observasi lapangan, meski belum didukung pengukuran kuantitatif. Petani memberikan respons positif dan menilai alat membantu mempermudah pemupukan serta mengurangi kebutuhan membungkuk berulang. Kendala muncul pada kondisi tanah terlalu basah karena tanah menumpuk di bagian bawah alat dan menghambat keluarnya pupuk. Kegiatan ini menghasilkan alat penabur pupuk yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam menyokong kenyamanan bagi petani.