Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A Risk Analysis of Sugarcane Farming (Case Study in Subang, West Java) Muhammad Irfani Abdullah; Sri Lestari; Yusmi Nur Wakhidati; Irene Kartika Eka Wijayanti; Altri Mulyani
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v12i1.24075

Abstract

Sugarce farming in Indonesia has been facing the problems of lack of raw material and low processing yield.  Sugarcane farming carried out by farmers has been facing several risks.  This research aims to analyze risk management by sugar cane farmers.  The risk management process is carried out in a sequence : 1) risk identification, 2) risk assessment, 3) identification of risk mitigation.  Risk identification stage has found 13 risks that is devided into 3 groups : 1) nature related risks, 2) production resource related risks, 3) economic factor related risks.  Based on risk assessment there are five high grade risks, seven medium grade risks and one low grade risks.  It is noted that there are 20 risk mitigations carried out by farmers.  Boktor and burned cane have highest risk scores.  Drought is one of some risks that has high score.  Sugar mill company as farmers’ partner can be involved in risk mitigation by adding pond capacity and the number of pumps and irrigation pipes.
Penerapan Teknologi Tepat Guna Alat Penabur Pupuk untuk Meningkatkan Kenyamanan Pemupukan Kelompok Tani Desa Tukinggedong Altri Mulyani; Arinda Nawal Fitrin; Rifa Arisandy Maulana; Bunga Dwi Rastuti; Zahra Malfianda; Afriza Faqih Anhari; Dela Lutvita Ningrum; Theona Celesta Annabel; Muhammad Fikri Syawaludin; Rigo Rajendra Sutomo; Alya Dhita Khoirunnisa; Amirah Abrar; Nisrina Najaah Khoiriyyah
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 11 (2026): September
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/hjzbmv95

Abstract

Proses pemupukan pada Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Kelompok Tani Desa Tukinggedong masih dilakukan secara manual dengan menaburkan pupuk menggunakan tangan dalam posisi membungkuk, sehingga kurang nyaman dan membutuhkan tenaga lebih besar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan alat penabur pupuk sebagai teknologi tepat guna untuk mendukung kenyamanan pemupukan petani. Metode meliputi identifikasi kebutuhan, pembuatan alat, sosialisasi, penyerahan alat, serta uji coba dan pendampingan di lahan, dilengkapi evaluasi kenyamanan berbasis kuesioner skala Likert 1-5 dan Nordic Body Map sederhana yang diisi 20 petani sebelum dan sesudah penggunaan alat. Sebanyak 8 unit alat didistribusikan, terdiri atas 5 unit untuk Kelompok Tani Krida Mas Tani dan 3 unit untuk KWT Tunggal Rasa. Penggunaan alat memungkinkan pemupukan sambil berdiri, dengan skor kenyamanan meningkat dari 2,0 menjadi 4,6 pada skala 1-5, serta keluhan pinggang dan punggung menurun dari 60% menjadi 0%. Sebaran pupuk tampak lebih merata berdasarkan observasi lapangan, meski belum didukung pengukuran kuantitatif. Petani memberikan respons positif dan menilai alat membantu mempermudah pemupukan serta mengurangi kebutuhan membungkuk berulang. Kendala muncul pada kondisi tanah terlalu basah karena tanah menumpuk di bagian bawah alat dan menghambat keluarnya pupuk. Kegiatan ini menghasilkan alat penabur pupuk yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam menyokong kenyamanan bagi petani.