Jurnal Pengabdian Sosial
Vol. 3 No. 11 (2026): September

Penerapan Teknologi Tepat Guna Alat Penabur Pupuk untuk Meningkatkan Kenyamanan Pemupukan Kelompok Tani Desa Tukinggedong

Altri Mulyani (Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia)
Arinda Nawal Fitrin (Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia)
Rifa Arisandy Maulana (Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia)
Bunga Dwi Rastuti (Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia)
Zahra Malfianda (Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia)
Afriza Faqih Anhari (Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia)
Dela Lutvita Ningrum (Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia)
Theona Celesta Annabel (Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia)
Muhammad Fikri Syawaludin (Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia)
Rigo Rajendra Sutomo (Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia)
Alya Dhita Khoirunnisa (Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia)
Amirah Abrar (Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia)
Nisrina Najaah Khoiriyyah (Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia)



Article Info

Publish Date
18 Sep 2026

Abstract

Proses pemupukan pada Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Kelompok Tani Desa Tukinggedong masih dilakukan secara manual dengan menaburkan pupuk menggunakan tangan dalam posisi membungkuk, sehingga kurang nyaman dan membutuhkan tenaga lebih besar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan alat penabur pupuk sebagai teknologi tepat guna untuk mendukung kenyamanan pemupukan petani. Metode meliputi identifikasi kebutuhan, pembuatan alat, sosialisasi, penyerahan alat, serta uji coba dan pendampingan di lahan, dilengkapi evaluasi kenyamanan berbasis kuesioner skala Likert 1-5 dan Nordic Body Map sederhana yang diisi 20 petani sebelum dan sesudah penggunaan alat. Sebanyak 8 unit alat didistribusikan, terdiri atas 5 unit untuk Kelompok Tani Krida Mas Tani dan 3 unit untuk KWT Tunggal Rasa. Penggunaan alat memungkinkan pemupukan sambil berdiri, dengan skor kenyamanan meningkat dari 2,0 menjadi 4,6 pada skala 1-5, serta keluhan pinggang dan punggung menurun dari 60% menjadi 0%. Sebaran pupuk tampak lebih merata berdasarkan observasi lapangan, meski belum didukung pengukuran kuantitatif. Petani memberikan respons positif dan menilai alat membantu mempermudah pemupukan serta mengurangi kebutuhan membungkuk berulang. Kendala muncul pada kondisi tanah terlalu basah karena tanah menumpuk di bagian bawah alat dan menghambat keluarnya pupuk. Kegiatan ini menghasilkan alat penabur pupuk yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam menyokong kenyamanan bagi petani.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jps

Publisher

Subject

Religion Computer Science & IT Economics, Econometrics & Finance Education Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Public Health Social Sciences

Description

Jurnal Pengabdian Sosial published every month (12 times a year), contains disseminates every thought and idea on the results of research and the use of technology to be implemented to the public, including field of science; Mathematics and Natural Sciences, Applied, Social, Law, Culture, Economics, ...