Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Edukasi Sadar Gizi dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Kesadaran Remaja Putri Mengenai Pencegahan Anemia di SMAN 1 Sampang Stefany, Fadean; Ghazali, Imam; Hanina Trisnanda, Salma; Maulidia, Putri
Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): Mei : Komunitas : Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/komunitas.v4i2.363

Abstract

Anemia masih menjadi problematika gizi utama pada remaja putri di Indonesia yang berdampak buruk terhadap performa akademik serta kesehatan reproduksi jangka panjang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran gizi terkait pencegahan anemia melalui intervensi edukasi sadar gizi di SMAN 1 Sampang. Metode yang diterapkan berbasis pendekatan partisipatif interaktif, meliputi ceramah, pemanfaatan media visual (leaflet dan poster), simulasi penyusunan menu sehat kaya zat besi, serta kuis edukatif. Evaluasi program diukur secara kuantitatif melalui instrumen pre-test dan post-test, serta secara kualitatif melalui observasi keaktifan peserta. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan mengenai definisi, dampak, dan pencegahan anemia, serta perubahan sikap positif terhadap pola konsumsi seimbang dan kepatuhan sarapan. Kesimpulannya, edukasi gizi yang terstruktur dan interaktif terbukti efektif dalam membangun kesadaran kesehatan remaja, sehingga dapat dijadikan strategi preventif yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Edukasi Pencegahan Anemia pada Anak Balita melalui Media Brosur di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Banyuanyar Sampang Stefany, Fadean; Nur Hasanah, Laras Eka; Indo Putri, Dicka; Maulina, Ulin; Rofiyah, Rofiyah
Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus : Komunitas : Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/komunitas.v4i3.355

Abstract

Anemia pada balita masih menjadi masalah gizi yang berkaitan dengan rendahnya pengetahuan orang tua tentang pemberian zat besi dan praktik pemberian makan yang kurang tepat. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran gizi orang tua dalam mencegah anemia pada balita melalui edukasi berbasis brosur di wilayah kerja UPTD Puskesmas Banyuanyar, Sampang. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif, partisipatif, dan praktis melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan meliputi koordinasi dengan pemangku kepentingan serta penyusunan media brosur. Tahap pelaksanaan mencakup penyuluhan interaktif, demonstrasi pemanfaatan pangan lokal, dan konsultasi gizi. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sedikitnya 30% terkait risiko anemia, praktik pemberian makan yang tepat, pembatasan konsumsi teh sebagai penghambat penyerapan zat besi, serta pemanfaatan pangan lokal sumber zat besi, seperti hati ayam dan daun kelor. Kehadiran peserta melebihi 80% dengan respons positif terhadap media visual. Program ini juga memperkuat peran kader Posyandu sebagai agen perubahan untuk mendukung peningkatan literasi gizi keluarga dan tumbuh kembang balita secara optimal.
Analisis Multidimensional Faktor Penyebab Stunting di Indonesia: Literature Review Fadean Stefany; Fatmayanti Nawai; Desty Mahabatillah; Nabila Randenia
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v4i2.1711

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan serius bagi pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. Kondisi ini mencerminkan gangguan pertumbuhan yang disebabkan oleh interaksi kompleks antara faktor biologis, sosial ekonomi, lingkungan, pendidikan, dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor utama penyebab stunting melalui pendekatan systematic literature review berdasarkan pedoman PRISMA. Sumber data diperoleh dari 20 artikel nasional dan internasional yang diterbitkan pada periode 2018–2025 melalui basis data Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan Garuda. Hasil analisis menunjukkan bahwa determinan utama stunting meliputi status gizi ibu hamil, praktik pemberian ASI dan MPASI, tingkat pendidikan dan pendapatan keluarga, kondisi sanitasi lingkungan, faktor sosial budaya dan kesehatan mental ibu, serta kecukupan asupan zat gizi makro dan mikro. Selain itu, inovasi teknologi seperti pemodelan K-Means Clustering berpotensi membantu pemerintah dalam mengidentifikasi kelompok berisiko tinggi dan merancang kebijakan berbasis data yang lebih tepat sasaran. Kesimpulannya, pencegahan stunting memerlukan pendekatan lintas sektor yang komprehensif dengan mengintegrasikan aspek gizi, kesehatan, pendidikan, ekonomi, lingkungan, dan kebijakan publik. Pendekatan ini diharapkan dapat mendukung percepatan pencapaian target nasional dan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 dalam penghapusan segala bentuk malnutrisi.
Hubungan antara Aktivitas Fisik dan Status Gizi sebagai Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (Hipertensi dan Diabetes Melitus) pada Wanita Usia Produktif Laras Eka Nur Hasanah; Fadean Stefany; Dwi Intan Pakuwita AR
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2026): Juni : Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA)
Publisher : Universitas Muhamadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jusika.v10i1.1200

Abstract

This study aimed to examine the association between physical activity and nutritional status as risk factors for noncommunicable diseases among women of reproductive age. A descriptive quantitative study with a cross-sectional approach was conducted in Kranggan Village involving 35 respondents selected through purposive sampling. Data on physical activity were collected using questionnaires, while nutritional status was assessed based on Body Mass Index (BMI). The findings showed that most respondents had moderate physical activity levels (51.4%), followed by low physical activity levels (42.8%). Regarding nutritional status, the majority of respondents were classified as overweight (51.4%) and obese (28.6%). Statistical analysis demonstrated a significant relationship between physical activity and nutritional status (p = 0.003). The results indicate that inadequate physical activity is associated with increased nutritional status problems, particularly overweight conditions. Therefore, low physical activity and excessive body weight represent interconnected risk factors contributing to the development of noncommunicable diseases among women of reproductive age. This study highlights the importance of promoting regular physical activity and maintaining balanced nutritional status as preventive strategies to reduce the risk of noncommunicable illnesses.
Edukasi Sadar Gizi di Sekolah: Strategi Efektif Meningkatkan Pemahaman dan Kesadaran Anemia pada Remaja Putri Fadean Stefany; Imam Ghazali; Laras Eka Nur Hasanah
Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi Vol. 4 No. 4 (2026): November: Antigen: Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/antigen.v4i4.1273

Abstract

Background: Anemia among adolescent girls is a serious health problem caused by increased iron requirements and menstrual cycles, compounded by low nutrition literacy. Objective: This study aimed to evaluate the effectiveness of a nutrition awareness education intervention in improving knowledge and awareness of anemia. Methods: A pre-experimental design (one-group pretest–posttest) was employed involving 26 female students at SMAN 1 Sampang. The data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test. Results: The findings showed an increase in the mean knowledge score from 8.23 to 8.42, with a statistically significant result (p = 0.041; p < 0.05), indicating the effectiveness of the educational intervention. Implications: Structured, school-based nutrition education should be implemented sustainably to improve health literacy and prevent anemia among adolescent girls.