Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG DIET RENDAH PURIN TERHADAP KADAR ASAM URAT PADA PENDERITA GOUT ARTRITIS Ahmad Zaini Arif; Aprilia Nur Malasari; Atika Jatimi; Tri Nili Sulayfiyah; Dwi Intan Pakuwita AR; Willi Holis
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/gq9zat26

Abstract

Penyakit gout (arthritis gout) merupakan penyakit sendi yang disebabkan oleh tingginya asam urat di dalam darah.penyabab utama penyakit gout yaitu gaya hidup dan makan yang mengandung lemak berlebih yang menyebabkan tingginya kadar asam urat dalam darah. Diet Rendah Purin diberikan antara lain kepada pasien penyakit Gout dimana kadar asam urat dalam darah tinggi. Tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendidikan kesehatan tentang diet rendah purin terhadap kadar asam urat pada penderita gout atritis di wilayah kerja puskesmas jrengik sampang. Pada Penelitian ini menggunakan desain Pre ekperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat di wilayah kerja puskesmas jrengik penderita gout atritis. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 38 responden dengan teknik Random Sampling. Data di ambil melalui pengisian infrom consend dan pengukuran kadar asam urat. Analisis data dilakukan menggunakan uji MC Nemar Test dengan nilai <0,05 (p<a). Hasil penelitian uji statistic MC Nemar test diperoleh nilai p value 0,006 <a = 0.05, sehingga ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang diet rendah purin terhadap kadar asam urat pada penderita gout atritis. Penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh pendidikan kesehatan tentang diet rendah purin terhadap kadar asam urat pada penderita gout atritis di wilayah kerja Puskesmas Jrengik Sampang
Dampak Stigma terhadap Kesejahteraan Psikologis Keluarga yang Merawat Orang dengan Gangguan Jiwa di Kabupaten Pamekasan Willi Holis; Ida Wahyuni; Ahmad Zaini Arif
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2026): Juni : Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA)
Publisher : Universitas Muhamadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jusika.v10i1.1202

Abstract

Stigma toward people with mental disorders affects not only individuals living with mental illness but also the psychological well-being of family members who serve as their primary caregivers. Families often experience social rejection, discrimination, and negative stereotypes, which increase emotional and psychological burdens while reducing the quality of care they provide. This study aimed to explore the impact of stigma on the psychological well-being of families caring for people with mental disorders in Pamekasan Regency. A qualitative study using a phenomenological approach was conducted involving 11 participants selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using thematic analysis to identify participants' lived experiences. The findings revealed one overarching theme, namely the negative impact of stigma, which consisted of three categories: effects on family members, family relationships, and patients. Stigma generated feelings of sadness, anxiety, psychological distress, sleep disturbances, social withdrawal, family conflicts, and changes in family interactions with patients. These experiences negatively influenced caregivers’ emotional well-being and their ability to provide optimal support for family members with mental disorders. The study concludes that stigma has a substantial adverse impact on the psychological well-being of family caregivers and the quality of care provided to people with mental disorders. Therefore, comprehensive interventions focusing on stigma reduction, community education, and strengthening psychosocial support systems are essential to improve family resilience and promote better mental health outcomes.