Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Vegetarisme dalam Membangun Kesejahteraan Spiritual Menurut Ajaran Buddha: Studi di Maha Vihara Maitreya Duta Palembang Marshanda Rachma Mariska; Nugroho; Herwansyah
Inklusiva: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 3 No. 1 (2025): Inklusiva
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/inklusiva.v3i1.45533

Abstract

This research aims to explore the role of vegetarianism in building spiritual well-being according to Buddhist teachings at Maha Vihara Maitreya Duta Palembang. This research uses a qualitative approach through interviews and literature studies with Buddhist practitioners and spiritual experts. The results and discussion of this study show that vegetarianism is in harmony with the core principles of Buddhism such as ahimsa (non-violence), Karuna (compassion), and metta (loving-kindness). This practice helps reduce negative karma and increase positive karma by avoiding killing animals for food consumption. Additionally, a vegetarian diet is also known to support the development of self-control, discipline and inner calm, which are essential in the Buddhist practice of meditation and contemplation. And it is recommended that future researchers be able to develop research like this even better so that it can fill in the deficiencies in this research.
Yin dan Yang dalam Ajaran Tridharma (Studi Makna Simbolik Praktik Keagamaan di Kelenteng Kwa Cheng Bio Palembang) Putri Ayu Muthiah Ningrum; Wijaya; Nugroho
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.956

Abstract

Penelitian ini mengkaji makna simbol Yin dan Yang dalam praktik sembahyang sehari-hari pada ajaran Tridharma di Kelenteng Kwa Cheng Bio Palembang. Yin dan Yang dipahami sebagai dua prinsip yang saling berlawanan namun tidak terpisahkan, yang membentuk keseimbangan dan harmoni dalam kehidupan, termasuk dalam praktik keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam dengan pemuka agama di kelenteng. Analisis data menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce yang memandang simbol sebagai tanda yang menghasilkan makna melalui relasi antara representamen, objek, dan interpretant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol Yin dan Yang hadir secara konsisten dalam berbagai unsur ritual sembahyang, seperti penggunaan dupa, lilin, persembahan, tata ruang altar, serta orientasi ruang ibadah. Simbol-simbol tersebut merepresentasikan keseimbangan antara aspek Yin yang mencerminkan ketenangan dan spiritualitas, dan aspek Yang yang melambangkan energi dan dinamika kehidupan. Dalam ajaran Tridharma, sembahyang tidak hanya berfungsi sebagai bentuk ibadah ritual, tetapi juga sebagai sarana internalisasi nilai keseimbangan dan keharmonisan hidup yang selaras dengan alam, kehidupan sosial, dan kehendak Tuhan.