Mochamad Whilky Rizkyanfi
Indonesia University of Education

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Linguistic and Textual Structure Representation in Biographical Writing: Insights from BIPA Learners Yohana Monika Masing Wato; Ida Widia; Mochamad Whilky Rizkyanfi; Vinsensius Bawa Toron; Aderita Mariana Takeleb
Journal Evaluation in Education (JEE) Vol 6 No 4 (2025): October
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jee.v6i4.1956

Abstract

Purpose of the study: The study aims to comprehensively map the ability of BIPA students from Timor-Leste in writing biographical texts, while identifying their strengths and weaknesses in several key aspects: clarity of content, writing structure, creativity and language style, adherence to theme, and spelling and grammar accuracy. Methodology: Data were collected through a biographical writing task, which was assessed using a specially designed rubric. A mixed-method approach was applied: quantitative analysis was used to examine the distribution of ability levels across categories, while qualitative analysis explored detailed patterns of strengths and weaknesses for each aspect. Main Findings: The findings show that most students achieved a medium level for clarity of content (57.5%) and writing structure (60%). However, creativity (65% low) and spelling and grammar (52.5% low) emerged as the main challenges. Specific difficulties were identified in the formation of derived words, the use of temporal conjunctions, and the construction of complex sentences. Novelty/Originality of this study: This study places biographical writing as an instrument for diagnosing the writing skills of BIPA students in the sociolinguistic context of Timor-Leste, a domain that is rarely explored. This approach allows for a more detailed mapping of students’ strengths and weaknesses rather than just measuring final scores for pedagogical intervention. The implications suggest that BIPA teachers should prioritize fostering grammatical cohesion, enhancing creativity, and refining the reorientation section of biographical texts. The implementation of a scaffolding model progressing from guided examples to independent production is recommended to systematically develop students’ writing competence.
Struktur Kalimat Bahasa Indonesia dan Tetun dalam Buku Teks Pembelajaran BIPA: Analisis Kontrastif Sintaktis Alexandre dos Reis; Nuny Sulistiany Idris; Mochamad Whilky Rizkyanfi
Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 1 (2026): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v10i1.938

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Timor Leste tidak terlepas dari pengaruh bahasa Tetun yang digunakan secara luas dalam komunikasi sehari-hari oleh para pembelajar. Perbedaan struktur sintaksis antara bahasa Indonesia dan bahasa Tetun sering menyebabkan terjadinya pencampuran atau interferensi dalam penggunaan kalimat bahasa Indonesia, sehingga pembelajar mengalami kesulitan dalam membentuk struktur kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan struktur kalimat bahasa Indonesia dan bahasa Tetun yang terdapat dalam buku teks pembelajaran BIPA melalui analisis kontrastif sintaktis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis dokumen. Sumber data penelitian berupa kalimat-kalimat yang terdapat dalam buku teks pembelajaran BIPA yang digunakan oleh pembelajar di Timor Leste. Analisis data dilakukan melalui tahap identifikasi, klasifikasi, dan perbandingan struktur sintaksis kedua bahasa dengan menggunakan prinsip analisis kontrastif dalam kajian sintaksis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kedua bahasa memiliki pola dasar kalimat yang relatif serupa, terdapat perbedaan pada konstruksi frasa tertentu dan penggunaan unsur gramatikal yang berpotensi menimbulkan interferensi dalam penggunaan bahasa Indonesia oleh pembelajar. Temuan penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pembelajaran BIPA, khususnya dalam pengembangan materi ajar dan strategi pembelajaran yang mempertimbangkan perbedaan struktur sintaksis kedua bahasa agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan kontekstual.