Penggunaan tungku biomassa tipe heat exchanger dalam proses pengeringan hasil pertanian merupakan solusi yang efisien dan ramah lingkungan untuk menggantikan metode pengeringan konvensional yang bergantung pada cuaca. Biomassa sebagai sumber energi terbarukan seperti sekam padi, tongkol jagung, dan limbah kayu memiliki potensi besar sebagai bahan bakar alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang serta mengevaluasi kinerja tungku biomassa tipe heat exchanger yang digunakan pada sistem pengering hasil pertanian. Metode penelitian meliputi tahap perancangan alat, perakitan sistem, serta pengujian kinerja dengan menganalisis karakteristik perpindahan panas dan suhu udara pengering yang dihasilkan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tungku mampu menghasilkan suhu udara pengering pada rentang 40–80°C yang sesuai untuk proses pengeringan berbagai komoditas pertanian. Penggunaan bahan bakar biomassa menunjukkan karakteristik pembakaran yang berbeda, di mana sekam padi terbakar cepat namun kurang stabil, tongkol jagung menghasilkan pembakaran yang lebih stabil dengan kadar abu sekitar 1–2%, sedangkan limbah kayu memberikan pembakaran paling stabil dengan kandungan abu rendah sekitar 0,2–1%. Selain itu, sistem heat exchanger mampu memisahkan gas pembakaran dari udara pengering sehingga mencegah kontaminasi asap pada produk. Sistem ini juga mampu mempercepat proses pengeringan hingga sekitar 50% dibandingkan metode pengeringan alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tungku biomassa tipe heat exchanger memiliki kinerja yang efektif dan berpotensi diterapkan sebagai teknologi pengering hasil pertanian yang hemat energi, ramah lingkungan, dan mendukung pemanfaatan limbah biomassa lokal.