p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Berita Biologi
Ahmad Sazali
Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Jambi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FORMULASI OBAT HERBAL IKAN DARI EKSTRAK KAYU SECANG (Caesalpinia sappan, L.) SEBAGAI ANTIBAKTERI PATOGEN IKAN Ahmad Sazali; Ade Adriadi; Ashif Irvan Yusuf; Hasna Ul Maritsa; Nur Dwi Kesya Aprisilia; Nisyaroza Yerdi
Berita Biologi Vol 25 No 1 (2026): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2026.14275

Abstract

Kegagalan panen dalam budidaya ikan, khususnya di Provinsi Jambi, sering disebabkan oleh infeksi bakteri patogen seperti Aeromonas hydrophila, A. Sobria, Edwardsiella ictaluri, dan Streptococcus iniae. Penggunaan antibiotik sintetis secara berlebihan telah menimbulkan resistensi mikroba serta berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan prototipe obat herbal ikan berbasis ekstrak kayu secang (Caesalpinia sappan L.) dalam bentuk larutan perendaman yang memiliki aktivitas antibakteri tinggi terhadap bakteri penyebab penyakit ikan. Metode penelitian meliputi ekstraksi kayu secang dengan pelarut etanol 96%, formulasi tiga jenis larutan perendaman menggunakan kombinasi bahan tambahan (Tween 80, PEG 400, dan gliserin), dan uji aktivitas antibakteri secara in vitro terhadap empat bakteri patogen ikan.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula III (mengandung gliserin sebagai bahan tambahan) menghasilkan zona hambat terbesar terhadap keempat bakteri uji, menunjukkan aktivitas antibakteri paling tinggi dan stabilitas larutan yang baik. Formula III memiliki zona hambat rata-rata sebesar 16 cm untuk keempat bakteri A. hydrophila, A. Sobria, E. ictaluri, dan S. iniae dengan katergori kuat. Dengan demikian, Formula III ditetapkan sebagai formulasi terbaik untuk dikembangkan menjadi prototipe obat herbal ikan yang efektif dan aman digunakan dalam sistem budidaya perikanan.
PENGEMBANGAN KOMBUCANG (KOMBUCHA KAYU SECANG) SEBAGAI MINUMAN HERBAL FUNGSIONAL: AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIHIPERURISEMIA Ahmad Sazali; Ashif Irvan Yusuf; Hasna Ul Maritsa; Fitra Wahyuni; Josephine Sevila Gea
Berita Biologi Vol 25 No 2 (2026): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2026.15451

Abstract

Kombucha merupakan minuman hasil fermentasi yang dikenal memiliki berbagai aktivitas biologis, termasuk sebagai antioksidan dan penurun kadar asam urat. Kayu secang (Caesalpinia sappan L.) mengandung senyawa aktif seperti brazilin dan flavonoid yang berpotensi sebagai agen antihiperurisemia alami. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa dosis kombucha 0,78 mL/20 g BB merupakan dosis yang paling efektif karena mampu memberikan efek hipoglikemik yang signifikan setelah induksi aloksan, sehingga menjadi dasar penentuan rentang dosis pada penelitian ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi aktivitas antihiperurisemia Kombucang (Kombucha Kayu Secang) pada mencit (Mus musculus L.) yang diinduksi kalium oksonat dan menilai aktivitas antioksidan Kombucang secara in vitro dengan metode DPPH. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan enam perlakuan, yaitu kontrol normal (K), kontrol positif (KP); allopurinol 0,25 mg/kg bb, kontrol negatif (KN); Kalium Oksonat 300mg/kg bb, dan tiga dosis Kombucang: 0,26 ml/20 g BB (P1), 0,52 ml/20 g BB (P2), dan 0,78 ml/20 g BB (P3), masing-masing dengan lima ulangan. Perlakuan dilakukan selama 14 hari. Parameter utama yang diamati meliputi kadar asam urat darah mencit, aktivitas antioksidan, serta uji organoleptik terhadap sediaan Kombucang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Kombucang mampu menurunkan kadar asam urat secara signifikan pada mencit terinduksi, dengan dosis tertinggi (0,78 mL/20 g BB) menghasilkan penurunan terbesar terutama pada hari ke-14, dan efektivitasnya mendekati kontrol positif (allopurinol). Secara keseluruhan, Kombucang berpotensi sebagai minuman herbal fungsional dengan aktivitas antihiperurisemia dan antioksidan yang baik dan mampu menurunkan kadar asam urat secara bertahap dan konsisten.