Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Internalization of Qur'anic Values through a Psycholinguistic Approach in Islamic Education Lessons at Tsurayya Islamic School Malang Ismail Ubaidillah
JIPI (Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam) Vol 5 No 1 (2026): JIPI (Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam)
Publisher : PRODI PAI FIK UNIRA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58788/jipi.v5i1.9734

Abstract

Current Islamic Religious Education (PAI) learning often shows a tendency towards pedagogical reductionism that is only oriented towards cognitive aspects and textual memorization, thus creating a gap between text understanding and authentic appreciation of values. This study aims to analyze the process of internalizing Qur'anic values through a psycholinguistic approach in seventh-grade students at Tsurayya Islamic School Malang, the role of this approach in facilitating mental processing, and its implications for the formation of religious character. The method used is a qualitative approach with a case study design. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation, which were then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana as well as thematic analysis. The research instrument focused on indicators of cognitive processes such as meaning construction and affective dimensions such as emotional resonance. The results show that the internalization of Qur'anic values is a multidimensional phenomenon involving the continuous integration of cognitive, affective, and action aspects. The psycholinguistic approach has been proven to act as a bridging framework that connects the text of revelation with the construction of mental meaning through the stages of linguistic perception, decoding , and meaning integration. Reflective activities and the interpretation of the language of the Quran can trigger emotional engagement that strengthens the retention of values in students' long-term memory. In conclusion, the integration of linguistic, cognitive, and affective dimensions in Islamic Religious Education (PAI) learning can produce a stable and tangible transformation of religious character in everyday behavior. The success of this internalization depends heavily on pedagogical strategies that can orchestrate conceptual understanding with meaningful spiritual experiences.
Derivasi dalam Bahasa Arab dan Peranannya terhadap Perkembangan Makna: Kajian Morfologi dan Semantik Ismail Ubaidillah; Hadi Amroni; Kiki Cahya Muslimah
AlFaqrah: Journal of Arabic Studies Vol. 5 No. 1 (2026): AlFaqrah: Journal of Arabic Studies
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat(LPPM), STAI PUI Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65585/fq.v5i1.225

Abstract

Penelitian ini membahas derivasi (isytiqaq) dalam bahasa Arab sebagai sistem morfologi yang berperan penting dalam pembentukan kosakata dan perkembangan makna. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis konsep derivasi, jenis-jenis isytiqaq, pola pembentukan kata, serta hubungan derivasi dengan perkembangan makna dalam bahasa Arab. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis berbasis studi pustaka. Data diperoleh dari artikel ilmiah, kitab linguistik Arab, dan literatur morfologi serta semantik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derivasi merupakan mekanisme utama produktivitas morfologi bahasa Arab yang dibangun atas sistem akar kata dan pola morfologis. Terdapat tiga jenis utama isytiq?q, yaitu al-isytiqaq al-shaghir, al-isytiqaq al-kabir, dan al-isytiqaq al-akbar. Bentuk al-isytiqaq al-shaghir menjadi jenis derivasi yang paling produktif karena mampu menghasilkan berbagai bentuk kata dengan tetap mempertahankan hubungan semantik dengan akar kata asal. Penelitian juga menemukan bahwa derivasi berperan dalam perkembangan makna melalui perubahan kategori leksikal seperti nomina ke verba, verba ke nomina, nomina ke nomina, dan verba ke verba. Hubungan antara morfologi dan semantik dalam bahasa Arab menunjukkan bahwa perubahan bentuk kata melalui derivasi tidak hanya menghasilkan fungsi gramatikal baru, tetapi juga melahirkan perkembangan makna yang sistematis. Penelitian ini menegaskan bahwa derivasi merupakan fondasi utama produktivitas bahasa Arab dan memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan kosakata serta dinamika semantik. Kajian ini juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan studi morfologi, semantik, pembelajaran bahasa Arab, dan linguistik modern.