Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penyuluhan Penggunaan Obat yang Benar (Dagusibu) dan Pengelolaan Obat di Rumah Tangga Masyarakat Bumi Mondoroko Raya Malang Nailis Syifa'; Alvina Arum Puspitasari; Ahmad Shobrun Jamil
AJAD : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : Divisi Riset, Lembaga Mitra Solusi Teknologi Informasi (L-MSTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59431/ajad.v5i3.607

Abstract

Insufficient public knowledge about appropriate medication use, storage, and disposal practices poses significant health risks and environmental hazards. This community service program sought to enhance understanding of the Dagusibu concept (obtain, use, store, dispose) among PKK mothers in Bumi Mondoroko Raya, Singosari, Malang. The intervention employed pre-test questionnaires, interactive presentations, and question-and-answer sessions involving 13 participants. Pre-test findings revealed substantial misconceptions: eight participants (62%) perceived paracetamol solely as an antipyretic, four participants (31%) deemed household waste disposal acceptable for all expired medications, and three participants (23%) believed antibiotics were available for purchase at local stalls. Following the educational intervention and discussion sessions, participants demonstrated accurate identification of paracetamol's multiple therapeutic indications, appropriate disposal protocols for expired medications, and prescription requirements for antibiotic acquisition. The program successfully enhanced community knowledge regarding rational medication use and household pharmaceutical management. Educational leaflets were disseminated as follow-up materials, with plans established for ongoing monitoring of household medication storage practices.
Edukasi DAGUSIBU dan PHBS bagi Siswa SDN 5 Merjosari Kota Malang Alvina Arum Puspitasari; Syakinatul Zalmi; Diva Mulya Agustin; Hilalan Noer Najmia; Viery Aspriyan Kusuma Putra
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1: Januari 2026
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v6i1.736

Abstract

Program pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengenalkan konsep DAGUSIBU obat dan PHBS kepada siswa SD Negeri 5 Merjosari, Kota Malang, Jawa Timur. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas VI (n = 27) yang berada dalam masa transisi menuju remaja dan dianggap mampu belajar mandiri. Kegiatan menggunakan metode pelatihan langsung dengan contoh praktis untuk memastikan siswa memahami materi. Kegiatan diawali dengan pre-test untuk menilai pengetahuan awal siswa, diikuti sesi edukasi interaktif, dan diakhiri post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa, ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata post-test dibandingkan pre-test serta peningkatan skor pada seluruh peserta (100%). Program ini tidak hanya meningkatkan kesadaran siswa tentang hidup bersih dan sehat, tetapi juga memberikan pemahaman tentang pengelolaan obat yang benar. Diharapkan kegiatan ini menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, mendukung pembelajaran, serta memberi dampak positif bagi keluarga dan masyarakat.
EDUKASI KESEHATAN SEJAK DINI: ETIKA BATUK DAN PENGGUNAAN MASKER YANG BENAR DI LINGKUNGAN TAMAN KANAK-KANAK (TK) Aghnia Fuadatul Inayah; Alvina Arum Puspitasari; Rosydah Aribah Putri Amasya; Iin Hiqmathul Risqi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 7 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i7.%p

Abstract

Anak usia dini merupakan kelompok yang rentan terhadap penularan penyakit pernapasan, yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang belum matang dan praktik perilaku hidup bersih dan sehat yang belum terbentuk. Edukasi mengenai etika batuk dan penggunaan masker bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perilaku anak-anak di TK Tahfidz Hamalatul Qur'an Amanah Kota Malang, sekaligus memperkuat peran pendidik sebagai fasilitator kesehatan dalam lingkungan akademik. Sasaran dari edukasi ini mencakup 40 siswa bersama 4 guru pendamping. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif menggunakan media edukasi berupa poster, flash card, demonstrasi langsung, serta simulasi praktik penggunaan masker anak. Evaluasi dilakukan melalui observasi keterampilan peserta sebelum dan sesudah pemberian materi. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan dalam kemampuan anak-anak untuk mempraktikan etika batuk yang tepat, termasuk tindakan seperti menutupi mulut dengan siku bagian dalam dan membuang tisu bekas dengan tepat, serta mengikuti posisi masker yang benar untuk menutupi hidung dan mulut secara efektif. Media edukasi yang ditinggalkan di sekolah dimaksudkan untuk pemanfaatan terus menerus oleh guru. Program ini menggambarkan bahwa strategi pendidikan berbasis permainan dan media visual berfungsi sebagai alat yang efektif untuk menanamkan praktik pencegahan infeksi pada anak usia dini.
Studi Pemberian Diuretik Pada Pasien Sirosis Hepatik Dengan Komplikasi Asites di RSUD dr. Iskak Tulungagung. Agies Annastasya P.D.; Alvina Arum Puspitasari; Didik Hasmono; Binti Muzayyanah
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i1.741

Abstract

According to the World Health Organization (WHO), cirrhosis is a structural change of the liver from normal to abnormal, characterized by fibrosis. Ascites is the most common complication in liver cirrhosis patients with the primary trigger (75%) is portal hypertension. The treatment focuses on removing the fluid from the peritoneal cavity. This study aim to understanding the pattern of diuretic use as ascites therapy in patients with cirrhosis hepatic. An observational study with a retrospective and descriptive approach using total sampling method in patients diagnosed with cirrhosis and ascites who received diuretics at Dr Iskak Tulungagung general hospital during January-December 2022 were conducted. The tools used in this study include medical records, data collection sheets, clinical data sheets, and laboratory data. Among 62 patients, 16 (26%) received spironolactone monotherapy, 9 (14%) furosemide monotherapy, 21 (34%) combination therapy, and 16 (26%) underwent switching between regimens. Spironolactone, particularly at 100 mg orally once daily, either alone or in combination with furosemide (40 mg intravenously once daily), was the most frequently prescribed diuretic regimen. These findings indicate that the therapeutic approach applied in clinical practice has generally followed the AASLD guideline recommendations.