Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN ILUSTRASI DAN WARNA DALAM MEDUKUNG MOTIVASI BELAJAR NAHWU Dedy Rizaldi
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 7 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Juli)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i7.7322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ilustrasi dan warna dalam mendukung motivasi belajar nahwu (tata bahasa Arab) yang sering dianggap sulit oleh peserta didik karena sifatnya yang abstrak dan metode pengajaran yang monoton. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis isi. Data primer diperoleh dari tiga buku ajar nahwu, yaitu Kitab Nahwu Silsilah Ta'lim al-Lughah al-'Arabiyah, Kitab Al-'Arabiyyah Baina Yadaik (Jilid tiga), dan Buku Ajar Bahasa Arab Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah. Data sekunder diperoleh dari literatur pendukung. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, sementara analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian analisis isi (content analysis). Temuan penelitian mengungkapkan bahwa ilustrasi dan warna memberikan kontribusi signifikan dalam mengatasi abstraksi kaidah nahwu. Ilustrasi tematik memberikan konteks visual, sedangkan ilustrasi semantik memfasilitasi pengenalan kosakata secara jelas. Warna berfungsi sebagai stimulus psikologis yang menciptakan kesan pertama positif, memecah monotonitas, dan membangkitkan minat peserta didik. Temuan ini berkorelasi kuat dengan Teori Pembelajaran Multimedia dan Teori Dual Coding, di mana peserta didik belajar lebih mendalam ketika informasi disajikan melalui kombinasi kata dan gambar. Ilustrasi tematik seperti gambar Masjid Nabawi memungkinkan peserta didik membangun koneksi antara kaidah tekstual dan konteks visual, sementara ilustrasi semantik untuk kosakata seperti sahm dan saqr secara simultan mengaktifkan sistem verbal dan visual, sehingga proses mengingat makna menjadi lebih efektif. Temuan ini mengimplikasikan bahwa pengembangan media pembelajaran nahwu hendaknya mengintegrasikan elemen visual secara strategis untuk mendukung motivasi dan keterlibatan peserta didik dalam mempelajari tata bahasa Arab.    
Tauhid sebagai Landasan Filosofis dalam Menangkal Arus Sekularisasi Pendidikan Islam Dedy Rizaldi
Eshraq: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2026): September
Publisher : Eshraq: Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze the role of tawhid (monotheism) as a philosophical foundation in countering the tide of secularization in Islamic education. The secularization of education has caused an epistemological crisis characterized by the separation of knowledge from transcendental values, a dichotomy between religious and general sciences, and the loss of moral and spiritual orientation in the educational process. Employing a qualitative approach with library research, this study examines in depth the thoughts of key figures such as Syed Muhammad Naquib al-Attas with his concepts of ta'dib (adab-based education) and Islamic worldview, as well as Ismail Raji al-Faruqi with his project of Islamization of knowledge. The findings reveal that tawhid is not merely a theological doctrine but an integrative worldview encompassing ontological, epistemological, and axiological dimensions in education. The implementation of the tawhidic paradigm has proven capable of shaping holistic, characterized learners who possess spiritual awareness as well as social responsibility. This study recommends strengthening the tawhidic worldview in the Islamic education system through the development of educators with a tawhidic perspective, the development of an integrative curriculum, and institutional reform as a constructive response to the challenges of modernity.