Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ilustrasi dan warna dalam mendukung motivasi belajar nahwu (tata bahasa Arab) yang sering dianggap sulit oleh peserta didik karena sifatnya yang abstrak dan metode pengajaran yang monoton. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis isi. Data primer diperoleh dari tiga buku ajar nahwu, yaitu Kitab Nahwu Silsilah Ta'lim al-Lughah al-'Arabiyah, Kitab Al-'Arabiyyah Baina Yadaik (Jilid tiga), dan Buku Ajar Bahasa Arab Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah. Data sekunder diperoleh dari literatur pendukung. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, sementara analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian analisis isi (content analysis). Temuan penelitian mengungkapkan bahwa ilustrasi dan warna memberikan kontribusi signifikan dalam mengatasi abstraksi kaidah nahwu. Ilustrasi tematik memberikan konteks visual, sedangkan ilustrasi semantik memfasilitasi pengenalan kosakata secara jelas. Warna berfungsi sebagai stimulus psikologis yang menciptakan kesan pertama positif, memecah monotonitas, dan membangkitkan minat peserta didik. Temuan ini berkorelasi kuat dengan Teori Pembelajaran Multimedia dan Teori Dual Coding, di mana peserta didik belajar lebih mendalam ketika informasi disajikan melalui kombinasi kata dan gambar. Ilustrasi tematik seperti gambar Masjid Nabawi memungkinkan peserta didik membangun koneksi antara kaidah tekstual dan konteks visual, sementara ilustrasi semantik untuk kosakata seperti sahm dan saqr secara simultan mengaktifkan sistem verbal dan visual, sehingga proses mengingat makna menjadi lebih efektif. Temuan ini mengimplikasikan bahwa pengembangan media pembelajaran nahwu hendaknya mengintegrasikan elemen visual secara strategis untuk mendukung motivasi dan keterlibatan peserta didik dalam mempelajari tata bahasa Arab.
Copyrights © 2026