Permintaan aneka suguhan dan hantaran berupa kue dan roti pada perayaan hari raya agama, serta acara-acara dalam kemasyarakatan menggerakkan para UKM di bidang aneka kue dan roti untuk meningkatkan penghasilan mereka. Program Pengabdian kepada masyarakat oleh dosen Universitas Wahidiyah dilakukan di Kelurahan Bandar Lor Kota Kediri kepada 30 Ibu RT dan remaja putri guna peningkatan kapasitas usaha olahan kue kering dan roti. Kendala di lapangan keterbatasan pengetahuan berupa resep dan teknik pembuatan serta alat-alat dalam pembuatan roti dan kue. Metode pendampingan melibatkan observasi, sosialisasi, dan pendampingan langsung kepada pelaku UMKM, dengan indikator keberhasilan berupa kemampuan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi dan variasi produk serta manajemen pemasaran. Dalam pendampingan selama tiga bulan terjadi peningkatan kuantitas dan jenis produk. Peningkatan terjadi pada kue kering awalnya 5 kg/hari dengan jenis sagu dan mawar meningkat menjadi 10kg/hari dengan jenis sagu, mawar, putri salju, thamrin, nastar dan kastengel. Adapun jenis roti mengalami kenaikan kuantitas dari 2 kg/hari dengan jenis roti manis mengalami kenaikan 15 kg/hari dengan varian roti produk mencakup roti manis, roti tawar, dan roti sobek.untuk pembuatan donat awalnya belum bisa mampu membuat 3 kg/hari donat dengan aneka toping. Program ini menunjukkan bahwa peralatan kerja yang mendukung mampu meningkatkan usaha sehingga UMKM dapat mengatasi tantangan yang ada dan berkelanjutan dalam kualitas dan daya saing. Disarankan pemasaran secara manual Ke depannya, pelaku usaha dituntut untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui transformasi pasar tradisional menjadi pasar virtual yang lebih modern dan efisien. Abstract The demand for various treats and gifts in the form of cakes and bread during religious holiday celebrations, as well as community events, motivates SMEs in the field of various cakes and bread to increase their income. A Community Service Program by lecturers from Wahidiyah University was carried out in Bandar Lor Subdistrict, Kediri City, involving 30 neighborhood mothers and teenage girls to enhance the capacity of businesses processing cookies and bread. The obstacles in the field include limited knowledge in the form of recipes and production techniques as well as tools for making bread and cakes. The mentoring method involves observation, socialization, and direct assistance to SME actors, with success indicators in the form of the ability to improve the quality and quantity of production, product variations, and marketing management. During the three-month mentoring period, there was an increase in both the quantity and variety of products. The increase occurred in cookies, initially at 5 kg/day with sago and rose types, rising to 10 kg/day with sago, rose, snow princess, thamrin, nastar, and kastengel types. As for bread, the quantity increased from 2 kg/day of sweet bread to 15 kg/day with sweet bread, white bread, and pull-apart bread. For donut production, initially, it was not yet possible to make 3 kg/day of donuts with various toppings. This program shows that supporting work equipment can improve the business, enabling SMEs to overcome existing challenges and sustainably enhance quality and competitiveness. It is recommended that marketing, done manually, should in the future be able to adapt and transform the traditional market model into a virtual market.