Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peningkatan Literasi Anak dan Literasi Keuangan melalui Kegiatan Membaca dan Mewarnai Moch. Fikriansyah Wicaksono; Imarotus Suaidah; Galuh Indah Zatadini; Firda Alfiani; Sylfia Rizzana
ABDISOSHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdisoshum.v4i4.6709

Abstract

Child literacy and financial literacy are important skills that need to be instilled from an early age to prepare children for future life challenges. This activity aims to improve children's literacy and introduce the basic concept of financial literacy through reading and coloring activities. The activity was carried out at the Kraton Village Library, Yosowilangun District, Lumajang Regency in August 2025, involving children from early childhood to elementary school. In this activity, children were given a storybook with the theme of financial literacy, followed by coloring activities with pictures related to the stories they read, such as pictures of piggy banks and money. The results of the activity showed that children not only improved their reading skills, but also gained a basic understanding of money management, such as saving and managing a simple budget. The involvement of parents in accompanying children also makes a positive contribution to strengthening the understanding of financial literacy at home. The success of this activity shows the importance of the role of village libraries as literacy centers that can integrate literacy and financial literacy. It is hoped that this activity can be used as a model to improve children's literacy and financial literacy in other regions in Indonesia. Child literacy and financial literacy are important skills that need to be instilled from an early age to prepare children for future life challenges. This activity aims to improve children's literacy and introduce the basic concept of financial literacy through reading and coloring activities. The activity was carried out at the Kraton Village Library, Yosowilangun District, Lumajang Regency in August 2025, involving children from early childhood to elementary school. In this activity, children were given a storybook with the theme of financial literacy, followed by coloring activities with pictures related to the stories they read, such as pictures of piggy banks and money. The results of the activity showed that children not only improved their reading skills, but also gained a basic understanding of money management, such as saving and managing a simple budget. The involvement of parents in accompanying children also makes a positive contribution to strengthening the understanding of financial literacy at home. The success of this activity shows the importance of the role of village libraries as literacy centers that can integrate literacy and financial literacy. It is hoped that this activity can be used as a model to improve children's literacy and financial literacy in other regions in Indonesia.
PELATIHAN LITERASI KEUANGAN PERPAJAKAN DAN DIGITAL MARKETING BAGI UMKM DI DESA PICISAN, KECAMATAN SENDANG, KABUPATEN TULUNGAGUNG Moch. Fikriansyah Wicaksono; Imarotus Suaidah; Rizal Furqan Ramadhan; Agus Athori
PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2025): PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Agustus 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/publica.v3i3.62

Abstract

UMKM memiliki peran vital dalam perekonomian nasional, namun masih menghadapi tantangan dalam hal literasi keuangan dan pemasaran digital, terutama di wilayah pedesaan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Picisan, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, dengan tujuan meningkatkan literasi keuangan dan digital marketing bagi pelaku UMKM. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif berbasis praktik melalui dua sesi lokakarya: literasi digital dan literasi keuangan. Pelatihan berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh 30 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap pentingnya pencatatan keuangan serta kemampuan menggunakan media sosial sebagai alat pemasaran. Peserta mampu membuat akun bisnis, konten promosi sederhana, serta mengaplikasikan format pencatatan kas secara mandiri. Temuan ini memperkuat urgensi pendekatan edukatif berbasis praktik dalam pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini juga mengindikasikan bahwa pelatihan sederhana yang dilakukan secara langsung dan kontekstual dapat menjadi langkah awal yang strategis dalam membentuk kebiasaan baru yang mendukung keberlanjutan usaha UMKM. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas individu, tetapi juga membuka peluang pembentukan ekosistem kewirausahaan lokal yang lebih adaptif dan kompetitif.
Peran Literasi Digital Terhadap Kebutuhan Informasi Kesehatan Mental Pengguna Media Sosial Oleh Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah Siti Nur Fatihah; Moch. Fikriansyah Wicaksono
Library Vol. 1 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/9ch1nf86

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia mendorong individu untuk memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari. Secara statistik, pengguna media sosial di Indonesia mencapai 60,4%, dengan mayoritas berusia 18 tahun ke atas. Media sosial menjadi salah satu sumber utama dalam pemenuhan kebutuhan informasi, termasuk informasi tentang kesehatan mental. Mahasiswa, sebagai kelompok yang rentan mengalami masalah kesehatan mental, cenderung lebih aktif mencari informasi terkait melalui media sosial. Dalam mengakses informasi di media digital, diperlukan kemampuan literasi digital untuk mencari, mengolah, dan menyusun pengetahuan dari berbagai sumber agar informasi yang diperoleh valid dan relevan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi digital dalam pemenuhan kebutuhan informasi kesehatan mental mahasiswa FUAD serta mengidentifikasi kendala yang mereka hadapi saat mengakses informasi di media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara terstruktur terhadap empat mahasiswa FUAD sebagai narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital berperan dalam membentuk pemahaman mahasiswa mengenai batasan individu yang memiliki mental sehat. Selain itu, mahasiswa FUAD memerlukan validasi dari ahli psikologi, baik dalam mengakses informasi maupun sebagai pendukung dalam kehidupan mereka. Kendala utama yang dihadapi dalam berliterasi digital di media sosial adalah banyaknya informasi berlebih serta keberadaan konten yang mengandung toxic positivity.
Model Etis Penggunaan AI di Perguruan Tinggi: Peran Literasi Digital dan Perpustakaan Akademik Moch. Fikriansyah Wicaksono; Jani Jani
Library Vol. 2 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/t2ry2730

Abstract

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) di lingkungan pendidikan tinggi menimbulkan berbagai tantangan etika yang membutuhkan perhatian serius. Artikel ini bertujuan untuk mengembangkan model konseptual penggunaan etis AI di institusi pendidikan tinggi melalui pendekatan studi literatur konseptual. Analisis dilakukan pada berbagai artikel ilmiah terindeks dan dokumen kebijakan internasional yang relevan dengan topik literasi digital, etika teknologi, dan peran institusi dalam tata kelola AI. Hasil penelitian mengidentifikasi empat elemen utama yang membentuk kerangka etika penggunaan AI: (1) literasi digital etis yang mencakup kompetensi kognitif, reflektif, dan etis; (2) kontribusi strategis perpustakaan dalam mendidik pengguna, merumuskan kebijakan, dan mengawasi penerapan AI yang bertanggung jawab; (3) perlunya kebijakan kelembagaan adaptif dan berbasis nilai; dan (4) pentingnya kolaborasi multi-pemangku kepentingan dalam pengembangan pedoman dan pengawasan integrasi AI. Studi ini berkontribusi pada pengembangan tata kelola AI yang inklusif dan bertanggung jawab di sektor pendidikan, serta merekomendasikan strategi implementasi yang dapat diadopsi oleh perguruan tinggi di Indonesia.
REPOSISI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI SEBAGAI AGEN PERUBAHAN SOSIAL: PENYESUAIAN STRATEGIS DENGAN KERANGKA KAMPUS BERDAMPAK Moch. Fikriansyah Wicaksono; Endry Putra; Rizki Fitria Dewi
Pustabiblia: Journal of Library and Information Science Vol. 1 No. 1 (2026): Edisi Khusus Call for Paper- kerjasama Pustabiblia - APPTIS
Publisher : Universitas Islam Negeri Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/pustabiblia.v1i1.4774

Abstract

This article discusses the strategic repositioning of university libraries as agents of social change within the framework of the Impacted Campus policy. Libraries, which have been positioned as academic support units, need to be reformulated to become a major actor in community service, community empowerment, and knowledge-based social development. Using the literature review method, this article examines theories, policies, and practices both from Indonesia and abroad that demonstrate the real contribution of libraries in promoting community literacy, inclusive services, and knowledge co-production. The results of the study show that libraries have great potential in bridging the gap between academics and the social needs of the community. However, the realization of this concept faces a number of challenges, including an institutional structure that is not yet integrative, limited librarian capacity, and the absence of performance indicators that support the social function of libraries. The implications of these findings show that a systematic institutional strategy is needed to make libraries a strategic node in the implementation of the tridharma of higher education. This includes strengthening human resource capacity, developing cross-unit collaborative models, and supporting policies that are oriented towards social impact.