This Author published in this journals
All Journal Arnawa
Mahathelge Ahmad Supriyanto
Alumnus Magister Ilmu Sejarah, Universitas Gadjah Mada

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Turnamen Senènan, Sebuah Legitimasi Budaya Era Majapahit Mahathelge Ahmad Supriyanto
Arnawa Vol 4 No 1 (2026): Edisi 1
Publisher : Javanese Language, Literature, and Culture Study Program, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/arnawa.v4i1.26782

Abstract

The Senènan tournament is an artistic tradition in the form of a battle between men held every Monday. In some regions, this tournament is held on Saturdays and Tuesdays. The purpose of this study is to examine how the Senènan tournament took place during the Majapahit era based on descriptions from the records of Ma Huan (a Chinese diplomat during the Ming dynasty) and its development. The theory used in this study is cultural theory, while the research method used is a combination of interdisciplinary sciences, namely historical methods supported by linguistics, paleograpy, archaeology and anthropology to analyze the findings of the research sources. This study found that after the Majapahit era, the Senènan tournament has continued to evolve as an artistic legacy of the Majapahit Kingdom, along with the arrival of new cultures and religions in the archipelago. Furthermore, this tournament spread to various regions and underwent transformations in terms of rules, attributes, and timing. === Turnamen Senènan merupakan sebuah tradisi kesenian berbentuk pertarungan antara para pria yang diadakan setiap hari Senin, dalam beberapa wilayah turnamen ini diadakan pada hari Sabtu dan Selasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana turnamen Senènan terjadi pada masa Majapahit berdasarkan deskripsi dari catatan Ma Huan (diplomat asal Tionghoa pada masa pemerintahan dinasti Ming), dan perkembangannya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori budaya, kemudian metode penelitian yang digunakan adalah penggabungan antara interdisipliner ilmu, yaitu metode sejarah yang dibantu dengan ilmu linguistik, paleografi, arkeologi serta antropologi untuk menganalisa hasil temuan sumber penelitian. Dalam penelitian ini ditemukan hasil bahwa pasca pemerintahan Majapahit dari masa ke masa hingga saat ini turnamen Senènan merupakan legasi kesenian dari Kerajaan Majapahit yang terus berkembang seiring dengan hadirnya budaya dan agama baru di Nusantara. Selanjutnya turnamen ini menyebar di berbagai wilayah dan juga mengalami transformasi dalam hal peraturan, atribut dan waktu kegiatannya.