Arnawa
Vol 4 No 1 (2026): Edisi 1

Turnamen Senènan, Sebuah Legitimasi Budaya Era Majapahit

Mahathelge Ahmad Supriyanto (Alumnus Magister Ilmu Sejarah, Universitas Gadjah Mada)



Article Info

Publish Date
25 Jun 2026

Abstract

The Senènan tournament is an artistic tradition in the form of a battle between men held every Monday. In some regions, this tournament is held on Saturdays and Tuesdays. The purpose of this study is to examine how the Senènan tournament took place during the Majapahit era based on descriptions from the records of Ma Huan (a Chinese diplomat during the Ming dynasty) and its development. The theory used in this study is cultural theory, while the research method used is a combination of interdisciplinary sciences, namely historical methods supported by linguistics, paleograpy, archaeology and anthropology to analyze the findings of the research sources. This study found that after the Majapahit era, the Senènan tournament has continued to evolve as an artistic legacy of the Majapahit Kingdom, along with the arrival of new cultures and religions in the archipelago. Furthermore, this tournament spread to various regions and underwent transformations in terms of rules, attributes, and timing. === Turnamen Senènan merupakan sebuah tradisi kesenian berbentuk pertarungan antara para pria yang diadakan setiap hari Senin, dalam beberapa wilayah turnamen ini diadakan pada hari Sabtu dan Selasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana turnamen Senènan terjadi pada masa Majapahit berdasarkan deskripsi dari catatan Ma Huan (diplomat asal Tionghoa pada masa pemerintahan dinasti Ming), dan perkembangannya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori budaya, kemudian metode penelitian yang digunakan adalah penggabungan antara interdisipliner ilmu, yaitu metode sejarah yang dibantu dengan ilmu linguistik, paleografi, arkeologi serta antropologi untuk menganalisa hasil temuan sumber penelitian. Dalam penelitian ini ditemukan hasil bahwa pasca pemerintahan Majapahit dari masa ke masa hingga saat ini turnamen Senènan merupakan legasi kesenian dari Kerajaan Majapahit yang terus berkembang seiring dengan hadirnya budaya dan agama baru di Nusantara. Selanjutnya turnamen ini menyebar di berbagai wilayah dan juga mengalami transformasi dalam hal peraturan, atribut dan waktu kegiatannya.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

arnawa

Publisher

Subject

Arts Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Arnawa is an intellectual sanctuary dedicated to unraveling the intricate layers of Javanese identity through the lenses of language, literature, and culture. Nestled within the cultural heartland of Java, this journal serves as a vibrant forum for the exchange of scholarly discourse, fostering a ...