Sri Sukaryani
Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KECERNAAN PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR KULIT SINGKONG TERFERMENTASI MA-11 Erna Nur Rachmawati; Sri Sukaryani; Catur Suci Purwati
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 12 No 2 (2024): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2024.12.2.58-63

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai kulit singkong yang terfermentasi menggunakan MA-11 dapat meningkatkan kualitas kulit singkong sebagai bahan pakan ternak dengan meningkatkan kecernaan protein kasar dan serat kasar kulit singkong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fermentasi kulit singkong terhadap kecernaan protein kasar (PK) dan serat kasar (SK). Penelitian ini dilaksanakan selama 14 hari yang berlangsung pada 1 juni 2024 sampai 14 juni 2024 di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Pakan Universitas Diponegoro dan Laboratorium Fakultas Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan 4 ulangan. P0: Kulit singkong 300 gr, P1: Kulit singkong 300 gr dan 1 ml MA-11, P2: Kulit singkong 300 gr dan 2 ml MA-11. Kemudian pada data yang diperoleh dianalisis sidik ragam (ANOVA), kemudian jika terdapat perbedaan diantara perlakuan dilakukan uji lanjut dengan Duncan Multiple Test (DMRT). Hasil analisis ANOVA dan Uji Duncan menunjukkan P0, P1, dan, P2 memiliki pengaruh signifikan (<0,01). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kulit singkong yang terfermentasi menggunakan MA-11 sebanyak 0-2 ml berpengaruh signifikan terhadap kecernaan protein kasar dan kecernaan serat kasar. Perlakuan P2 memberikan hasil yang terbaik pada kecernaan protein kasar maupun kecernaan serat kasar dibandingkan dengan perlakuan P0 dan P1. ABSTRACT This research discusses how cassava peels fermented using MA-11 can improve the quality of cassava peels as animal feed ingredients by increasing the digestibility of crude protein and crude fiber of cassava peels. This study aims to determine the effect of cassava peel fermentation on the digestibility of crude protein (PK) and crude fiber (SK). This research was conducted for 14 days from June 1 2024 to June 14 2024 at the Laboratory of Nutrition and Feed Science of Diponegoro University and the Faculty Laboratory of Veteran Bangun Nusantara University in Sukoharjo. This study was designed using a completely randomized design (CRD) consisting of 3 treatments and 4 replications. P0: Cassava peel 300 g, P1: Cassava peel 300 g and 1 ml MA-11, P2: Cassava peel 300 g and 2 ml MA-11. Then the data obtained were analyzed by variance analysis (ANOVA), if there were differences between treatments, further tests were carried out with the Duncan Multiple Test (DMRT). The results of the ANOVA analysis and Duncan test showed that P0, P1, and P2 had a significant effect (<0.01). This study concludes that cassava peel fermented using MA-11 as much as 0-2 ml has a significant effect on crude protein digestibility and crude fiber digestibility. P2 treatment gave the best results on crude protein digestibility and crude fiber digestibility compared to P0 and P1 treatments.
KANDUNGAN NUTRISI TUMPI JAGUNG FERMENTASI MA-11 DENGAN LAMA INKUBASI YANG BERBEDA Teguh Dwi Cahyono; Sri Sukaryani; Catur Suci Purwati
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 12 No 2 (2024): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2024.12.2.70-74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrisi tumpi jagung yang difermentasi menggunakan MA-11 dengan lama inkubasi yang berbeda. Desain penelitian ini menggunakan Rancangan acak lengkap (RAL) pola searah dengan 4 macam perlakuan dan 3 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi (ANOVA). Jika terjadi perbedaan diantara perlakuan dilakukan uji lenjut menggunakan Duncan’t Multiple Range Test (DMRT). Perlakuan yang dimaksud adalah : P0: tumpi jagung difermentasi menggunakan MA-11 sebanyak 5ml, inkubasi selama 0 hari; P1: tumpi jagung difermentasi menggunakan MA-11 sebanyak 5ml, inkubasi selama 2 hari, P2: tumpi jagung difermentasi menggunakan MA-11 sebanyak 5ml, inkubasi selama 4 hari, P3: tumpi jagung difermentasi menggunakan MA-11 sebanyak 5ml, inkubasi selama 6 hari. Variabel yang diamati adalah kandungan Bahan Kering, Serat Kasar, Protein Terlarut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lama fermentasi tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan bahan kering, namun berpengaruh secara nyata menurunkan kandungan serat kasar dan berpengaruh nyata meningkatkan kandungan protein terlarut. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin lama waktu inkubasi dalam fermentasi tumpi jagung menggunakan MA-11 sebanyak 5ml, semakin menurunkan kandungan serat kasar dan semakin meningkatkan kandungan protein terlarut namun belum mampu meningkatkan maupun menurunkan kandungan bahan kering pada tumpi jagung. ABSTRACT This research aims to determine the nutritional content of corn tumpi fermented using MA-11 with different incubation periods. The design of this research uses a complete randomized design (RAL) pattern in the same direction with 4 types of treatments and 3 replicates. The data obtained was analyzed using variance analysis (ANOVA). If there is a difference between the treatments, a lint test is carried out using Duncan's Multiple Range Test (DMRT). The treatment in question is P0: corn tumpi fermented using MA-11 as much as 5ml, incubated for 0 days; P1: corn tumpi fermented using MA-11 as much as 5ml, incubated for 2 days, P2: corn tumpi fermented using MA-11 as much as 5ml, incubated for 4 days, P3: corn tumpi fermented using MA-11 as much as 5ml, incubated for 6 days. The parameters observed are the content of Dry Matter, Crude Fiber, and Soluble Protein. The results of this research show that the fermentation time has no real effect on the dry matter content, but has a significant effect on reducing the crude fiber content and significantly increasing the soluble protein content. This research can be concluded that the longer the incubation time in the fermentation of corn tumpi using MA-11 as much as 5ml, the lower the crude fiber content and the more it increases the soluble protein content but has not been able to increase or decrease the dry matter content in the corn tumpi.
KUALITAS DAGING BROILER YANG DIBERI PAKAN KOMERSIAL DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KATUK (Sauropus androgynus) Mauddi Mustikasari; Sri Sukaryani; Ludfia Windyasmara
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 12 No 2 (2024): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2024.12.2.75-80

Abstract

Salah satu jenis ternak yang dagingnya mudah diperoleh dan digemari oleh semua kalangan adalah ayam ras pedaging atau broiler. Tanaman katuk merupakan bahan pakan alami yang mudah ditemukan dan tidak beracun jika diberikan kepada hewan. Dalam penelitian ini, kualitas fisik daging ayam broiler termasuk susut masak, susut tetes, uji warna organoleptik, dan uji aroma organoleptik diteliti terkait pengaruh penambahan tepung daun katuk pada pakan komersial. Sebanyak 96 ekor anak ayam pedaging umur 4 hari digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga kali ulangan dan empat perlakuan.Perlakuan yang dimaksud adalah P0 (100% pakan komersil + 0% tepung daun katuk), P1 (100% pakan komersil + 1% tepung daun katuk), P2 (100% pakan komersil + 3% tepung daun katuk), dan P3 (100% pakan komersil + 5% tepung daun katuk). Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan SPSS for windows. Hasil penelitian menunjukkan untuk nilai susut masak adalah 9,40-11,17%, nilai drip loss adalah 0,81-1,80%, organoleptik warna terhadap 25 panelis adalah 1,96-2,84, organoleptik aroma terhadap 25 panelis adalah 3,14–3,49. Dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung daun katuk dengan dosis berbeda pada pakan komersial tidak berpengaruh nyata terhadap kualitas fisik daging broiler. ABSTRACT One type of animal whose meat is easily obtained and is popular with all groups is broiler chicken. Katuk plant is a natural feed ingredient that is easy to find and is non-toxic if given to animals. In this study, the physical quality of broiler chicken meat—including cooking loss, dripping loss, organoleptic color test, and organoleptic aroma test—will be studied in relation to the impact of adding katuk leaf flour to commercial feed. A total of 96 4-day-old broiler chicks were used in this study. This study used a completely randomized design (CRD) with three replications and four treatments. The treatments in question were P-0: 100% commercial feed + 0% katuk leaf flour, P-1: 100% commercial feed + 1% katuk leaf flour, P-2: 100% commercial feed + 3% katuk leaf flour, and P-3: 100% commercial feed + 5% katuk leaf flour. The data obtained were analyzed using SPSS for windows). The results of the study showed that the cooking loss value was 9.40-11.17%, the drip loss value was 0.81-1.80%, the color organoleptic of 25 panelists was 1.96 - 2.84, the aroma organoleptic of 25 panelists was 3.14 - 3.49. It can be concluded that the addition of katuk leaf flour to commercial feed cannot affect the physical quality of broiler chicken meat